Breaking News:

PSBB di Bogor

Bupati Ade Yasin Berharap KRL Jakarta-Bogor Bisa Berhenti Beroperasi Pada 18 April 2020 Besok

Ade Yasin mengaku bahwa sebelumnya sudah melayangkan surat kepada Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Tangkap layar Twitter/@TMCPoldaMetro
Penumpang berdesakan di gerbong KRL 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa Angkutan kereta rel listrik ( KRL ) diharapkan sudah berhenti beroperasi sementara mulai Sabtu 18 April 2020 besok.

Sebagaimana yang diperkirakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mana akan berbarengan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang.

"Mudah-mudahan tanggal 18 April nanti operasi kereta api sudah berhenti beroperasi untuk sementara," kata Ade Yasin kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Dalam hal ini, Ade Yasin mengaku bahwa sebelumnya sudah melayangkan surat kepada Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Dia bersama 4 kepala daerah lain di wilayah Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi) meminta pemberhentian operasi KRL untuk sementara berkaitan dengan pemberlakuan PSBB.

"Dalam kaitan PSBB, saya sudah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang pada intinya meminta menghentikan untuk sementara operasi kereta api Bogor-Jakarta. Mudah-mudahan kereta api berhenti beroperasi untuk sementara," kata Ade Yasin.

Dia menjelaskan bahwa protokol kesehatan sulit dilaksanakan di stasiun selama PSBB berlakukan untuk saat ini.

Sebab menurut pengamatannya, di sejumlah stasiun di Kabupaten Bogor kerap terjadi penumpukan orang atau penumpang.

Penumpukan orang dalam jumlah banyak mengakibatkan protocol kesehatan sulit dilaksanakan terutama untuk menjaga physical distancing (jaga jarak).

“Berbagai metode ataupun pola pembatasan pergerakan penumpang kereta sudah dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI). Mulai dari pengaturan jam operasional hingga pengaturan angkutan spesifik berdasarkan stasiun asal tujuan. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah penumpang masih tinggi dan terjadi penumpukan pada jam-jam tertentu,” ungkap Ade Yasin.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved