PS Tira Persikabo

Curhat Gelandang PS Tira Persikabo Soal Aturan Pembayaran Gaji 25 Persen, Tetap Bersyukur

Pemain tengah Laskar Padjajaran, Rezky Ikhwan mengaku bahwa peraturan PSSI terkait pembayaran gaji 25 persen tetap disyukurinya.

Istimewa
Pemain tengah PS Tira Persikabo, Rezky Ikhwan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara dan telah menjadi permasalahan dunia tersebut berdampak kepada aktifitas yang dilakukan setiap orang diberbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang olahraga.

Khusus sepakbola, seluruh Liga top di dunia seperti Liga Serie A Italia, Premier League di Inggris, Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol memilih untuk mengehtikan sementara penyelenggaraan kompetisinya sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Melihat keadaan dunia yang kurang bersahabat, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun memutuskan menghentikan Liga 1 2020 sejak 16 Maret 2020 lalu.

Dihentikannya Liga 1 2020, otomatis klub kontestan tidak mendapatkan pemasukan kas yang seperti biasanya.

Sadar akan permasalahan tersebut, PSSI langsung melaksanakan virtual meeting dan menghasilkan keputusan di antaranya pembayaran gaji para pemain, pelatih dan ofisial tim maksimal 25 persen ari nilai kontrak selama kompetisi tidak bergulir.

Berdasarkan hasil virtual meeting, manajemen setiap tim sepakat untuk menerapkan dan membayarkan gaji pemain, pelatih dan ofisial sebesar 25 persen, tak terkecuali PS Tira Persikabo.

Ibadah di Rumah, Bek PS Tira Persikabo Laksanakan Shalat Tarawih Bersama Rahmad Darmawan

Tips Berlatih Sepakbola di Bulan Puasa Versi Dokter PS Tira Persikabo

Pemain tengah Laskar Padjajaran, Rezky Ikhwan mengaku bahwa peraturan PSSI terkait pembayaran gaji 25 persen tetap disyukurinya.

"Buat saya masih dapat gaji sudah bersyukur meski 25 persen, ya meskipun sebenarnya tidak bisa nutupin buat kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (28/4/2020).

Lebih lanjut, Rezky membeberkan bahwa dengan gaji 25 persen itu tidak mencukupi kebutuhan pokok ketika menjalani kegiatan setiap harinya.

"Jujur ya gajinya cuma numpang lewat, jadi disebut hemat ya tidak hemat," tegasnya.

Rezky pun berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat momok virus corona.

"Semoga cepat kembali normal dan pulih seperti biasanya lagi," tandasnya

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved