Breaking News:

Info Kesehatan

Jamu Laris saat Ramadan, Praktis dan Bisa Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Penjual jamu tradisional di Cibinong, Kabupaten Bogor, Tari (42) mengatakan, saat Ramadan, permintaan jamu masih tetap tinggi.

TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Jamu tradisional 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWEBOGOR.COM, CIBINONG - Tak hanya menu takjil saja yang laris manis saat Ramadan, penjual jamu rupanya juga menjadi incaran.

Hal ini berkaitan dengan keadaan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi corona.

Alhasil, permintaan jamu melonjak sejak virus Corona menerjang bahkan masih terus terjadi saat Ramadhan tiba.

Penjual jamu tradisional di Cibinong, Kabupaten Bogor, Tari (42) mengatakan, saat Ramadan, permintaan jamu masih tetap tinggi.

Konsumen beranggapan bahwa jamu bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga stamina, terutama saat sedang berpuasa.

Jamu yang paling laris, kata Tari, adalah jahe, kunyit, dan temulawak.

"Ada yang saya jadikan satu, ada yang masing-masing," kata dia, Rabu (29/4/2020).

Tari memasarkannya lewat online sejak Ramadan tiba.

Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Ini Sederet Manfaat Jamu Kunyit Asam untuk Kesehatan

Manfaat Jamu Kunyit Asam untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Terkadang, ia mengantarkan sendiri jamu pesanan ke rumah warga yang tak jauh dari rumahnya.

"Saat Ramadhan gini, saya jualin yang sudah dibikin, dikemas di botol, supaya lebih praktis untuk buka puasa," kata dia.

Menurut Tari, mengonsumsi jamu ini selain agar lebih kuat berpuasa, juga untuk menjaga diri dari serangan virus Corona.

Jamu bisa diminum saat berbuka puasa dan usai makan sahur agar badan terasa bugar dan bertenaga sepanjang hari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved