Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Cerita Pengusaha Dekorasi Pernikahan Beralih Bikin Peti Pasien Covid-19, Kini Dibanjiri Orderan

Sebab, pemasukan dari usaha dekorasi pernikahan yang dia bangun bersama suaminya sejak tahun 2016 silam itu kian hari kian menyusut.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Sebuah usaha dekorasi pernikahan di Bogor beralih jadi pembuat peti mati khusus Covid-19 karena imbas pandami. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Dilarangnya pesta resepsi pernikahan selama pandemi virus corona (Covid-19) membuat Ranky Safitri harus memutar otak.

Sebab, pemasukan dari usaha dekorasi pernikahan yang dia bangun bersama suaminya sejak tahun 2016 silam itu kian hari kian menyusut.

Ranky pun berupaya agar usahanya itu tidak bangkrut dan tidak merumahkan para karyawannya tanpa gaji.

Ide pun muncul setelah melihat pemberitaan terkait adanya pasien covid-19 meninggal yang ditelantarkan.

Bahkan dia mengaku melihat pemberitaan di luar negeri yang mana jenazah covid-19 dimakamkan secara tak laik.

"Ada bahan di workshop kita, akhirnya saya pikir, kenapa gak bikin peti jenazah. Jadi saya coba cari-cari referensi di internet gimana sih buatnya, apa bedanya peti biasa sama peti buat Covid-19," kata Ranky Safitri.

Kemudian, Ranky bersama para karyawannya mencoba membuat peti jenazah untuk Covid-19 dengan kayu multiplek serta plastik dan kain khusus untuk melapisi bagian dalam peti di workshop milikmya di Kampung Jakimun, Desa Sulamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Satu unit peti mati pun selesai dibuat dan dijadikan sebagai sampel.

Pesanan pertama pun datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor yang memesan sebanyak 75 peti mati.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved