Ramadhan 1441 H

Shalat Idul Fitri Dilaksanakan Sendiri di Rumah, Simak Penjelasan Hukum dan Keabsahannya

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri maklum diketahui selalu dikerjakan secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.

Zaid Ali/Pixabay
Ilustrasi umat muslim memanjatkan doa saat Ramadhan 1441 H. 

TRIBUNNEWSBOGORC.COM - Pelaksanaan Shalat Idul Fitri maklum diketahui selalu dikerjakan secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan.

Namun situasi berbeda ketika Pandemi Covid-19 belum berakhir saat Idul Fitri nanti tiba, umat Islam mengalami kendala untuk melaksanakannya secara berjamaah baik di Masjid/Musholla maupun lapangan.

Upaya pencegahan menularnya wabah dan demi menjaga keselamatan jiwa manusia menjadi alasan shalat Idul Fitri dilaksanakan secara mandiri atau sendirian di rumah masing-masing.

Lalu bagaimana hukum mengerjakan Shalat Idul Fitri sendirian di rumah? Bagaimana keabsahannya, berikut penjelasannya dikutip dari harakah.id:  

Shalat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah sunnah dalam Islam.

Dalam mazhab Syafi’i, shalat ini dihukumi sunnah muakkadah.

Syekh Abu Syuja’ Al-Syafi’i mengatakan dalam kitab Matan Taqrib,

وَصَلَاة الْعِيدَيْنِ سنة مُؤَكدَة وَهِي رَكْعَتَانِ يكبر فِي الأولى سبعا سوى تَكْبِيرَة الْإِحْرَام وَفِي الثَّانِيَة خمْسا سوى تَكْبِيرَة الْقيام

Shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah sunnah muakkadah. Ia dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertma, seseorang bertakbir sebanyak tujuh kali selain takbiratul ihram. Dalam rakaat kedua, seseorang bertakbir sebanyak lima kali selain takbir ketika berdiri dari sujud (Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayat Al-Ikhtishar, hlm. 148).

Sunnah muakkadah berarti shalat sunnah sangat dianjurkan. Tetapi ke sunnahan ini tidak sampai derajat wajib. Ketika tidak dilaksanakan, seseorang tidak akan mendapat dosa sedikit pun.

Jika bisa dilaksanakan tentu ada pahala yang menanti. Di sinilah keutamaan shalat Idul Fitri itu. Tentang cara pelaksanaannya, sebagaimana disinggung Syekh Abu Syuja’ di atas, adalah dengan shalat sebanyak dua rakaat.

Rakaat pertama dianjurkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Rakaat kedua dianjurkan disertai membaca takbir sebanyak lima kali.

Untuk keabsahan shalat sunnah Idul Fitri, tidak disyaratkan harus berjamaah. Jadi, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan sendiri, tanpa berjamaah dan tetap sah.

Shalat Idul Fitri memang di sunnahkan untuk berjamaah. Dan hal ini tidak mengharuskan batal jika dilaksanakan tidak secara berjamaah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved