Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Curhat Penjual Es Jagung Rela Tak Pulang Kampung Demi Cegah Penyebaran Covid-19: Harus Mengalah

Penjual Es Jagung Hawai Medan, Rahman harus memendam hasratnya untuk pulang ke kampung halaman

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Penjual Es Jagung Hawai Medan, Rahman harus memendam hasratnya untuk pulang ke kampung halaman bertemu sanak keluarganya yang berada di Pekanbaru. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Penjual Es Jagung Hawai Medan, Rahman harus memendam hasratnya untuk pulang kampung bertemu sanak keluarganya yang berada di Pekanbaru.

Pelarangan mudik sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 membuat Rahman harus rela menetap di Bogor dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H sendiri.

Dengan suara pelan, Rahman mengungkapkan dirinya menerima seluruh keadaan yang saat ini terjadi akibat dampak Covid-19.

Suara pelan yang berasal dari mulutnya itu menandakan kepasrahan bercampur rasa rindu yang terpendam lantaran tidak dapat merayakan hari kemenangan bersama keluarganya.

"Inginnya pulang. Tapi kalau keadaan seperti ini mau dikata apa. Saya takut bawa penyakit ke kampung. Kita tidak pernah tahu saat perjalanan bisa saja terpapar. Untuk itu saya harus mengalah dan rela lebaran di sini," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (7/5/2020).

Apa yang Dilakukan Wayan saat Menerima Informasi yang Belum Jelas? Jawaban dan Soal SD Kelas 1-3

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Jumat 8 Mei 2020, Materi Lengkap Soal SD, SMP, SMA dan SMK

Lebih lanjut, Rahman membeberkan bahwa selama di Bogor, dirinya hanya mengontrak rumah sebagai tempat beristirahat usai berdagang Es Jagung Hawai Medan.

"Di sini saya hanya tinggal di suatu kontrakan tidak terlalu besar. Yang penting bisa untuk bersitirahat usai berdagang es," jelasnya.

Terkait dagangan yang dijualnya, Rahman mengaku bahwa dia hanya bekerja menjajakan dagangannya saja dan pemiliknya merupakan asli orang Medan.

"Saya hanya pekerja. Yang punya usaha ini asli orang Medan. Jadinya, kalau rasa ya memang sama dengan yang ada di daerah asalnya," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved