Breaking News:

Perkembangan Suami Aniaya Istri Karena Tak Bisa Masak di Bogor, Diduga Ada Mayat yang Dikubur Pelaku

Kasus penganiayaan yang dilakukan AA (37) terhadap istrinya SM (17) di Parungpanjang, Kabupaten Bogor masih dalam pengembangan polisi.

(Dok Istimewa)
Ibu muda berinisial SM (17) menderita trauma berat setelah berhasil kabur dari kontrakan suaminya di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia disekap di kamar dengan toilet, dianiaya dan tak diberi makan sampai berhari-hari hingga berhasil kabur. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNGPANJANG - Kasus penganiayaan yang dilakukan AA (37) terhadap istrinya SM (17) di Parungpanjang, Kabupaten Bogor masih dalam pengembangan polisi.

Hasil perkembangan terbaru, korban SM memberikan keterangan bahwa ada sesosok mayat yang dikubur pelaku di belakang kontrakan pelaku.

"Itu dari keterangan si korban bahwa di sana ada mayat dikubur," kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2020).

Dugaan mayat yang diduga dikubur pelaku di belakang rumahnya itu akan diselidiki termasuk memastikan identitasnya siapa.

Dia menjelaskan bahwa mayat tersebut akan diselidiki lebih lanjut dengan melibatkan tim forensik dari Rumah Sakit Polri.

"Tim forensik Rumah Sakit Polri akan menggali makam sesuai apa yang diomongin si korban," kata Ita Puspita Lena.

Diberitakan sebelumnya, seorang suami berinisial AA (37) di Desa Kapasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri, SM (17).

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini diketahui setelah korban berhasil kabur dari rumah kontrakannya.

Kapolsek Parungpanjang Kompol Nundun Radiaman menjelaskan bahwa korban didapati mengalami luka benturan di bagian kepala.

Lanjut Nundun, kepala korban dibenturkan ke tembok oleh suaminya sendiri yang berprofesi sebagai penjual roti keliling.

Pelaku diduga emosi karena menganggap korban tak bisa masak.

"Dipahami sama si suami tidak bisa masak, mungkin suami emosi, dibenturkan kepalanya (korban)," kata Nundun Radiaman saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com via sambungan telepon, Senin (4/5/2020).

Nundun mengatakan bahwa suami istri ini menikah siri dan tinggal satu rumah namun belum dikaruniai anak.

Kini sang suami sudah diamankan polisi dan tengah didalami lebih lanjut termasuk kondisi kejiwaan pelaku.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved