7 Wanita Muda hingga Ibu Rumah Tangga Ditangkap atas Tuduhan Prostitusi Online di Aceh

Berdasarkan keterangan dua orang tersebut, polisi mengetahui ada lima orang lainnya yang juga bekerja sebagai pekerja seks.

Serambinews.com
FOTO ILUSTRASI : Sejumlah wanita muda yang diduga korban kasus prostitusi online dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017). Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang mucikasi dengan inisial (AI) yang diduga melakukan bisnis prostitusi online di salah satu hotel berbintang di kawasan Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tim Polres Langsa, Aceh, menangkap 7 perempuan atas dugaan sebagai pekerja seks di sebuah bisnis prostitusi online.

Penangkapan berlangsung di sejumlah lokasi terpisah selama dua hari berturut-turut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa Iptu Arief S Wibowo dalam menyebutkan bahwa awalnya polisi menerima informasi dari masyarakat tentang prostitusi online di kota itu.

“Setelah didalami, kita temukan dua orang pada 9 Mei 2020, yaitu berinisial YN (47) dan HN (50). Keduanya mucikari dan warga Langsa,” kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan keterangan dua orang tersebut, polisi mengetahui ada lima orang lainnya yang juga bekerja sebagai pekerja seks.

Polisi kemudian menangkap lima perempuan lainnya. Kelima perempuan tersebut mulai dari perempuan muda hingga ibu rumah tangga.

Semuanya warga Kota Langsa. Mereka kini ditahan di Mapolres Langsa.

Barang bukti yang disita yaitu 4 sepeda motor, 8 ponsel dan uang tunai Rp 450.000.

Menurut Arief, semua perempuan yang ditangkap mengaku menjalankan praktik prostitusi.

“Polanya, mucikari yang menghubungkan antara pria hidung belang dengan wanita ini. Semua komunikasi lewat aplikasi WhatsApp dan telepon. Mereka mengaku sudah beberapa kali melakukan,” kata Arief.

Menurut Arief, ketujuh perempuan yang ditangkap mengaku terpaksa bekerja dalam prostitusi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Mereka mengaku terdesak karena butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari.

“Alasannya ekonomi ya, karena butuh uang buat sehari-hari,” kata Arief.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Perempuan Ditangkap atas Tuduhan Prostitusi "Online" di Aceh"
Penulis : Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Editor : Abba Gabrillin

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved