PSBB di Bogor

Ramai Wacana Relaksasi PSBB, Bupati Bogor Sebut Berat: Jangan Dilonggarkan Lagi, Nanti Seperti Apa?

Ade Yasin menanggapi adanya wacana relaksasi PSBB. Ade Yasin Ade Yasin menilai jika PSBB yang saat ini dilaksanakan pun telah longgar.

Twitter @Trans7
Ade Yasin menanggapi adanya wacana relaksasi PSBB. Ade Yasin Ade Yasin menilai jika PSBB yang saat ini dilaksanakan pun telah longgar. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Di tengah ramai wacana relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ), Kabupaten Bogor dan beberapa wilayah lainnya memutuskan untuk memperpanjang PSBB.

Bupati Bogor, Ade Yasin pun angkat suara terkait munculnya wacana relaksasi PSBB itu.

Dalam program Mata Najwa edisi Rabu 13 Mei 2020, Ade Yasin nampak kurang setuju dengan adanya wacana relaksasi PSBB.

Pasalnya, Ade Yasin menilai jika PSBB yang saat ini dilaksanakan pun telah longgar.

Artinya, masyarakat masih bisa beraktifitas seperti pasar yang masih buka walau dibatasi waktu dan wajib menjalankan protokol kesehatan.

Ade Yasin pun nampak khawatir jika memang terjadi relaksasi PSBB akan menghambat memutus mata rantai virus corona ( Covid-19 ).

Jokowi Minta Simulasi Pelonggaran PSBB, Pakar UI Bereaksi : Jangan Berharap Juni Itu Bakal Tuntas

PSBB Tahap 3 Kota Bogor Lebih Ketat, Pelanggar Siap-siap Kena Denda dan Jadi Tukang Bersih-bersih

"Terus terang karena kondisinya masih mengkhwatirkan sebetulnya PSBB sudah relaksasi dari karantina wilayah

artinya, kalau sudah PSBB yang saya anggap masih longgar kalau harus direlaksasi lagi bagaimana kita mau menekan virus ini supaya tidak terus menyebar di masyarakat," ucap Ade Yasin.

"Jadi wacana relaksasi bagi kami terutama di daerah sangat berat sekali," tambah Ade Yasin.

Bupati Bogor Ade Yasin menanggapi kejadian adanya pengendara motor berinisial MS (22) di Jonggol, Kabupaten Bogor yang mengamuk dan melakukan pemukulan karena tak mau mengenakan masker saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minggu (10/5/2020).
Bupati Bogor Ade Yasin menanggapi kejadian adanya pengendara motor berinisial MS (22) di Jonggol, Kabupaten Bogor yang mengamuk dan melakukan pemukulan karena tak mau mengenakan masker saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Minggu (10/5/2020). (Istimewa)

Selain itu, lanjut Ade Yasin mengatakan bahwa sebagian wilayah Kabupaten Bogor adalah desa.

Ade Yasin khawatir jika pelonggaran PSBB akan membuat penyebaran virus masuk ke wilayah perkampungan.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved