Ramadhan 1441 H

Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Shalat Idul Fitri di Rumah

Pemprov Jabar merekomendasikan pelaksanaan salat Idulfitri dan tradisi silaturahmi saat Lebaran di Jawa Barat tahun ini dilaksanakan di rumah.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ciri khas masker yang digunakan Emil saat meninjau PSBB di Kota Bogor dan distribusi paket bantuan sembako dan uang tunai. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemprov Jabar merekomendasikan pelaksanaan shalat Idul Fitri dan tradisi silaturahmi saat Lebaran di Jawa Barat tahun ini dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal ini seiring dengan upaya pengetatan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Jabar secara proporsional.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan level kewaspadaan Covid-19, katanya, belum ada kabupaten dan kota di Jabar yang masuk Level 1 atau zona warna hijau.

Status yang ada di Jabar adalah 4 kabupaten dan kota berstatus Level 2 atau zona warna biru, 14 kabupaten dan kota masih Level 4 atau zona warna merah, dan 9 daerah lainnya di Level 3 atau warna kuning.

"Oleh karena itu, rekomendasi dari pemerintah provinsi, kami merekomendasi agar Idul Fitri diselenggarakan di rumah, tidak diselenggarakan di kerumunan di tempat umum. Ini mengacu pada level kewaspadaan di 27 kota kabupaten yang belum ada level hijau," katanya di Gedung Sate, Senin (18/5/2020).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan jika nanti level kewaspadaan hijau atau Level 1 ini ada di tingkat kelurahan dan desa, maka pihaknya mempersilakan wali kota dan bupati mengambil kebijakan yang proporsional terhadap desa atau kelurahan yang mungkin level kewaspadaannya sudah warna hijau.

"Saya kira itu kebijakan terkait Idul Fitri, pemerintah provinsi rekomendasikan secara umum Idul Fitri diselenggarakan di rumah, dan menyerahkan kepada kota dan kabupaten jika akan mengizinkan kalau sudah ada bukti desa dan kelurahannya berzona warna hijau," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan PSBB di Jawa Barat periode 6-19 Mei 2020 akan dilanjutkan secara proporsional di tingkat kabupaten dan kota, bahkan disesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di tingkat kelurahan atau desa.

"PSBB Provinsi Jabar dilanjutkan, tapi berbasis proposional, tidak lagi maksimal di seluruh 27 kabupaten kota, akan jadi PSBB provinsi dengan propopsional, di mana kepada yang zonanya masih zona merah itu akan dilanjutkan," kata Emil.

Setelah PSBB Provinsi Jabar selesai yakni pada Rabu (20/5), katanya, akan diumumkan tingkat kewaspadaan penyebaran Covid-19 di level kabupaten dan kota, serta di sekitar 5.300 desa di Jabar. Setiap desa atau kelurahan akan diberi status penyebaran Covid-19, dibagi dalam lima level.

Level 5 adalah kategori terburuk, warnanya hitam, saat tidak bisa mengendalikan Covid-19. Kemudian Level 4 adalah warna merah, yaitu daerah yang melakukan PSBB, seperti Jabar saat ini. Nanti setelah evaluasi, bisa turun ke Level 3, yaitu pembatasan tidak 30 persen lagi seperti PSBB, tapi boleh naik 60 persen.

Kemudian kalau evaluasinya bagus, akan masuk ke Level 2, warna biru, yaitu bisa ke 100 persen aktivitas, tapi berkegiatan menggunakan masker dan jaga jarak. Dan terakhir zona hijau, tapi belum memungkinkan karena zona hijau baru ada kalau virusnya nol. Pihaknya belum bisa mengenolkan virus sebelum vaksin tersedia

"Nanti dibagi berdasarkan kajian, mana yang daerah kota kabupaten dan level desa kelurahan ini yang kewaspadaannya Level 5 paling buruk, darurat kritis, ini warna hitam. kemudian yang sekarang Level 4 merah, berat dan hanya 30 persen boleh berkegiatan. Kemudian di Level 3 kuning cukup berat di mana PSBB-nya ini prosporsional, kegiatan boleh 60 persen. Mana yang masuk Level 2 warna biru, di mana kegiatan 100 persen tapi jangan ada kerumunan dulu. Mana yang masuk Level 1 warna hijau, kembali 100 persen aman kerkegiatan dengan protab kesehatan," katanya.

Berdasarkan level kewaspadaan, katanya, belum ada kabupaten dan kota di Jabar yang masuk Level 1 atau zona warna hijau. Status yang ada adalah 4 kabupaten dan kota memiliki Level 2 atau zona warna biru, 14 kabupaten dan kota dengan Level 4 atau zona warna merah, dan 9 daerah lainnya di Level 3 atau warna kuning.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ridwan Kamil Minta Warga Jabar shalat Ied di Rumah, Kalau Daerahnya Sudah Zona Hijau Silakan di Luar

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved