Teror Virus Corona

Bappenas Sebut Satu Orang Positif Covid-19 di Indonesia Bisa Menularkan hingga ketiga Orang

Sejumlah faktor menjadi pertimbangan dalam menyusun protokol masyarakat tersebut. Salah satunya yakni penyebaran Covid-19.

Olga Lionart/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah tengah merumuskan protokol masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. Pemerintah menyiapkan dasar argumentatif dalam menerapkan kebijakan tersebut sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Sejumlah faktor menjadi pertimbangan dalam menyusun protokol masyarakat tersebut. Salah satunya yakni penyebaran Covid-19. 

"Pertama adalah terkait dengan bagaimana kita tidak menambah penularan atau memperluas penularan atau kita semaksimalnya mengurangi penularan," kata Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa, Rabu, (20/5/2020). 

Menurut Ketua Umum PPP itu, terdapat sebuah metode yang disebut dengan basic produktif number. Yaitu, angka yang menunjukkan daya tular sebuah virus, bakteri, atau penyakit. 

"Misalnya campak itu daya tularnya 12 sampai 18. Artinya basic reproduktif number atau yang disingkat dengan R0, atau R-nought,  itu campak 12-18 dan dia melalui aerosol. Kemudian ada juga misalnya batuk rejan atau perkusis itu 5,5. Kemudian kalau kita ingat flu Spanyol pada 100 tahun yang lalu itu 1,4 sampai 2,8. Artinya satu orang itu bisa menularkan sampai 2,3 orang," tuturnya.

Sementara itu menurut Suharso, R0 untuk Covid-19 itu yang direkam WHO angkanya antara 1,9 sama 5. Untuk Indonesia sendiri,  basic reproduktif number (R0) diperkirakan 2,5. Artinya satu orang bisa menularkan ke dua atau tiga orang.

"Nah untuk Indonesia hari ini diperkirakan 2,5. Artinya 1 orang itu bisa menularkan ke 2 atau 3 orang. Tugas kita adalah bagaimana pada waktu tertentu, pada waktu tertentu, kita bisa menurunkan R0 itu, dari yang namanya 2,5 itu atau 2,6 persisnya, itu menjadi di bawah 1. Artinya dia tidak sampai menularkan ke orang lain," katanya.

Menurut Suharso, angka basic reproduktif number tersebut yang menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan kebijakan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. 

"Jadi itu caranya adalah untuk kita bagaimana menekan apa yang disebut dengan R0 itu. Jadi R0 itu akan kita tekan sedemikian rupa. R0 itu pada waktu T disebut dengan RT. Jadi bukan rukun tetangga tetapi RT. Dan kita sekarang akan menghitung itu untuk semua kabupaten/kota dan seluruh provinsi di seluruh Indonesia. Itu indikator utama yang akan kita gunakan yaitu R0 atau RTnya," pungkasnya.

(Tribunnews Taufik Ismail) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved