Ganjar Minta Kepala Daerah di Jawa Tengah Ikut Aturan Shalat Idul Fitri di Rumah

Tata cara disiapkan, naskah khotbah disiapkan lebih singkat namun tidak mengurangi syarat rukun pelaksanaan ibadah itu.

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ditemui di UNS Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyesalkan keputusan sejumlah bupati/wali kota di Jateng yang memperbolehkan pelaksanaan sholat Ied di masjid.

Ganjar mengaku sudah bicara kepada MUI Jateng untuk melakukan konsolidasi nasional harus dilakukan agar seluruh keputusannya bisa sama.

"Memang ada banyak pertimbangan yang dilakukan bupati/wali kota di Jateng untuk mengambil tindakan semacam memperbolehkan (pelaksanaan shalat Ied). Tapi sebenarnya syarat sangat ketat, jika memang daerah itu sudah bisa dikendalikan dan warnanya hijau kira-kira," jelas Ganjar di Semarang, Kamis (21/5/2020).

Ganjar khawatir jika pelaksanaan sholat Ied tetap dilaksanakan, masyarakat yang tidak terdeteksi gejala Covid-19 akan sulit dikontrol karena berpotensi penularan.

"Kalau ada yang OTG, maka ini kan kita tidak bisa tahu. Karena banyak orang yang hari ini masih nekat mudik. Kekhawatiran kami, ketika OTG menjadi suatu bagian dalam kegiatan itu, kita akan sulit mengontrolnya. Meskipun jarak sudah diatur, tapi tanpa sadar orang bersalaman, berdekatan. Itu ada potensi yang membahayakan," tegasnya Maka dari itu, Ganjar menyarankan seluruh bupati/wali kota se-Jateng agar mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

"Saya menyarankan kepada bupati/wali kota, mari kita ikuti ketentuan dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia. Saya sarankan, mari kita ikuti aturan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing,"katanya.

MUI Jateng, lanjut Ganjar, juga sudah memberikan panduan tentang tata cara shalat Ied di rumah.

Tata cara disiapkan, naskah khotbah disiapkan lebih singkat namun tidak mengurangi syarat rukun pelaksanaan ibadah itu.

"Kepala keluarga yang jadi imam dan khotib, bisa bapak atau putra yang sudah dewasa. Khotbahnya juga sudah disiapkan lebih singkat. Kalau itu bisa dilakukan, itu bagian dari cara kita bisa mencegah," terangnya.

Ganjar mengaku sudah melakukan komunikasi dengan para bupati/wali kota yang memperbolehkan pelaksanaan sholat Ied di masjid agar keputusan itu bisa ditinjau kembali.

Beberapa bupati/wali kota yang sudah memperbolehkan itu misalnya Bupati Karanganyar, Wali Kota Tegal dan Bupati Kudus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota di Jateng Ikut Aturan Shalat Idul Fitri di Rumah"
Penulis : Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
Editor : Khairina

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved