Breaking News:

Anies Baswedan Tak Izinkan Salat Idul fitri Berjamaah di DKI Jakarta, MUI: Jakarta Masih Belum Aman

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya tak menggelar Salat Idul fitri secara berjemaah.

Kompas.com/Akhdi Martin Pratama
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya tak menggelar Salat Idul Fitri secara berjemaah.

Sebab, saat ini seluruh wilayah di Jakarta masuk zona merah penyebaran virus corona (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

"Jakarta dan Bodetabek masih episentrum, karena itu tidak ada wilayah di sini kuning dan hijau. Semua kawasan satu kesatuan," ucapnya, Jumat (22/5/2020).

Ketua MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar juga meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah dan menjalankan ibadah di rumah masing-masing dengan keluarga tercinta.

"Jakarta masih belum aman, saya berharap kepada umat Islam, mari tetap di rumah. Warga Jakarta tetap di Jakarta, laksanakan ibadah di rumah masing-masing," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menajalin silaturahmi dengan sanak keluarga di luar kota secara virtual.

"Mari kita silaturahmi melalui online, telepon. Tapi Insya Allah tetap membawa berkah," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh umat muslim di ibu kota untuk tetap mengumandangkan takbir di rumah masing-masing.

"Laksanakan kegiatan takbir dan salat id di rumah masing-masing. Masjid teruslah mengumandakan takbir dengan jumlah orang lima," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.

"Biarlah takbir bergema di setiap hati, di setiap rumah di kawasan Jakarta," sambungnya.

(TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved