Breaking News:

Bayi di Bogor Meninggal karena Gizi Buruk, Orang Tua Keterbelakangan Mental, Aparat Turun Tangan

Seorang bayi usia 4 bulan di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meninggal dunia diduga akibat gizi buruk.

Istimewa/Dokumentasi Polres Bogor
Seorang bayi usia 4 bulan di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meninggal dunia diduga akibat gizi buruk. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Seorang bayi 4 bulan di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meninggal dunia diduga akibat gizi buruk.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat pun turun untuk membantu keluarga bayi yang alami gizi buruk tersebut.

"Setelah mendapat informasi tersebut diketahui bahwa ternyata pasangan dari orang tua almarhum anak yang mengalami gizi buruk rupanya mengalami keterbelakangan mental," kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena.

Bayi yang meningal dunia ini diketahui merupakan bayi kembar.

Pada Kamis (28/5/2020), bayi kembaran almarhum dibawa oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama Pemerintah Desa Pabangbon ke RSUD Leuwiliang untuk diperiksa kesehatannya agar tidak terjadi kejadian serupa.

Ita menuturkan bahwa pasangan orang tua bayi kembar ini sempat mendapatkan tawaran dari saudaranya untuk menjadi orangtua asuh dari almarhum anak tersebut, namun mereka ini menolak hingga akhirnya sang anak meninggal dunia.

"Bidan Desa dan Kader Kesehatan pun jauh sebelumnya telah menawarkan untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas setempat namun pasangan dari orangtua almarhum anak ini menolaknya," kata Ita.

Keluarga ini pun sementara ini dipantau dan dibantu oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat agar tidak terjadi kejadian serupa.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengapresiasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang responsif mendengar adanya kabar bayi yang alami gizi buruk ini.

"Saya sangat senang dengan adanya respon cepat dari anggota saya khususnya Bhabinkamtibmas yang bersinergi dengan Babinsa serta pihak Pemerintah Desa maupun Kecamatan dalam melakukan langkah preventif untuk memelihara Kamtibmas dan membangun kepercayaan institusi di tengah masyarakat desa," ungkap Roland Ronaldy.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved