Masa Belajar Di Rumah Diperpanjang Hingga 19 Juni, Libur Akhir Tahun Sampai 12 Juli

Perpanjangan belajar di rumah diberlakukan hingga awal tahun ajaran baru pada 19 Juli mendatang.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kadisdik Kota Bogor, fahrudin. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memperpanjang masa belajar di rumah bagi para pelajar tingkat TK,SD,SMP,SMA/sederajat dan lembaga pendidikan non formal.

Perpanjangan belajar di rumah diberlakukan hingga awal tahun ajaran baru pada 19 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin menyatakan, kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran
No:016/1819-umum Tentang
Perpanjangan Masa Belajar Di Rumah Bagi Peserta Didik PAUD/TK/RA,SD/MI,SMP/Mts,SMA/ SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal di Kota Bogor mulai tanggal 2 sampai 19 Juni 2020 yang ditandatangani Wali Kota Bogor, Bima Arya pada Jumat (29/5/2020).

Selain itu kebijakan tersebut menindaklanjuti keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan status bencana non alam covid-19 sebagai bencana nasional dan surat edaran Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 6 Tahun 2020 tentang status keadaan Darurat bencana non alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

"Untuk saat ini belajar di rumah diperpanjang sampai 19 Juni,  selanjutnya siswa libur akhir tahun pelajaran sampai 12 Juli, tanggal 13 Juli tahun pelajaran baru, kegiatan belajar selanjutnya akan mengikuti kebijakan Pemkot dan gugus tugas Covid-19," kata Fahmi

Disdik Kota Bogor sedang mempersiapkan dan menyempurnakan pembelajaran tahun pelajaran baru secara daring.

Pihaknya juga sedang mempersiapkan pembelajaran apabila Pemkot Bogor memutuskan sekolah mulai dibuka secara bertahap dengan menyelaraskan proses pembelajaran dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Saat ini kegiatan difokuskan mempersiapkan kelulusan SD dan SMP dan kesetaraan, mempersiapkan kenaikan kelas, sosialisasi PPDB dan pelaksanaannya, mempersiapkan 'New Normal Pendidikan' jika pada saatnya nanti sekolah harus mulai beroperasi secara bertahap," kata Fahmi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved