Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Menyapu Jalanan Hingga Menghafalkan Pancasila

Dalam razia kali ini, petugas mendapati 13 warga yang tengah beraktivitas di luar rumah tidak mengenakan masker.

Dok Kelurahan Karet Tengsin
Sejumlah warga yang terjaring razia pengawasan PSBB lantaran tak mengenakan masker diberi sanksi sosial menyapu jalan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebanyak 13 warga terjaring razia dalam rangka pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lurah Karet Tengsin Hari Ananda mengatakan, operasi pengawasan dilalukan demi menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41/2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggar PSBB.

"Kegiatan ini kami lakukan bersama unsur TNI-Polri, Satpol PP, FKDM, dan Ketua RW dengan tujuan agar masyarakat tetap mengikuti protokol Covid-19," ucapnya, Selasa (2/6/2020).

Meski PSBB tahap III bakal berakhir pada 4 Juni mendatang, Hari menilai, hal itu bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jangan karena PSBB di Jakarta akan selesai pada tanggal 4 Juni, berarti masyarakat bebas tidak menggunakan masker," ujarnya.

Dalam razia kali ini, petugas mendapati 13 warga yang tengah beraktivitas di luar rumah tidak mengenakan masker.

Sanksi pun diberikan kepada belasan orang pelanggar PSBB itu, ada yang hanya diberi teguran, sanksi kerja sosial menyapu jalanan, hingga dikenakan denda denda sebesar Rp 100 ribu.

"Bahkan ada anak kecil yang bermain keluar rumah tanpa masker, kami sanksi menghafal Pancasila," kata Hari.

Selain untuk memberi efek jera, hukuman menghafal Pancasila diberikan agar generasi muda lebih memahami dasar negara Indonesia.

"Terlebih tanggal 1 Juni kemarin kita semua juga memperingati hari lahirnya Pancasila," tuturnya.

 (TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved