Protes Aturan Jam Malam, Ratusan Orang Turun ke Jalanan di Washington

Setelah beberapa hari terjadi kerusuhan, penjarahan dan pembakaran di wilayah Washington.

AFP/Seth Herald
Polisi Detroit menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Seth Herald 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kerumunan pengunjuk rasa telah berkumpul di berbagai lokasi di kawasan ibu kota Amerika Serikat (AS) Washington DC.

Mereka bahkan mengabaikan jam malam yang sekarang diberlakukan di kota itu.

Kerusuhan nasional terkait kebrutalan polisi berlanjut di puluhan kota lainnya di Amerika.

Namun saat dihadapkan dengan polisi anti huru hara yang mengenakan baju besi dan Garda Nasional di luar Gedung Putih pada hari Selasa kemarin, indikasi protes pun dianggap menuju ke arah damai.

Setelah beberapa hari terjadi kerusuhan, penjarahan dan pembakaran di wilayah Washington.

Dengan pemberlakuan jam malam,  para pengunjuk rasa yang berkeliaran di jalanan kota itu tetap akan ditangkap.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (3/6/2020), seruan yel-yel 'kita tidak akan pergi' dan 'persetan dengan jam malam' banyak diteriakkan para pengunjuk rasa yang menentang pemberlakuan jam malam.

Jam malam itu diterapkan mulai pukul 19.00 malam waktu setempat, pasca berlangsungnya aksi protes berujung kerusuhan atas kematian warga keturunan Afrika-Amerika George Floyd yang tewas akibat penganiayaan oleh seorang polisi di Minneapolis pada pekan lalu.

Aksi protes yang sama pun berlangsung pula di kota lainnya di AS.

Setelah berlangsungnya kerusuhan selama satu malam pada hari Senin lalu, Presiden AS Donald Trump yang telah berulang kali menyerukan pernyataan yang lebih agresif terhadap kerusuhan ini pun menuliskan cuitannya di akun resmi miliknya di jejaring sosial Twitter.

"Ibu kota AS adalah tempat paling aman di bumi ini tadi malam, saat ratusan personel polisi dan militer berbaris di jalan untuk mengendalikan protes yang sedang berlangsung," cuit Trump.

Pemerintah AS memang mendapat kecaman karena menangani kerusuhan ini dengan tindakan keras, setelah Jaksa Agung Bill Barr memerintahkan pada hari Senin lalu agar para pengunjuk rasa diusir secara paksa dari Lafayette Park, yang terletak dekat Gedung Putih.

Setelah pengusiran secara paksa itu, Trump pun dapat memiliki sesi foto singkat di depan gereja St John dekat kompleks Gedung Putih, yang juga mengalami kerusakan pasca kerusuhan hari Minggu lalu.

(TRIBUNNEWS.COM)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved