Teror Virus Corona

Kronologi Jenazah Keluar Peti Saat Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Keluarga Tuntut Gugus Tugas

Kini, keluarga dari jenazah PDP Covid-19 sempat ke luar dari peti karena kelalaian petugas berharap nama baik mereka dibersihkan

Editor: Ardhi Sanjaya
Sripoku.com/Reigan Riangga
Jenazah PDP Covid-19 terjatuh saat akan dimakamkan. Ketua Gugus Tugas (Kasatgas) Percepatan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Junaidi Anuar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban terkait terjatuhnya peti mati jenazah saat akan dimakamkan. Foto suasana Pemakaman Jenazah Covid-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebuah video pemakaman jenazah PDP Covid di Muara Enim, Sumatera Selatan sempat viral.

Gara-garanya, jenazah yang berada di dalam peti terjatuh saat hendak dimakamkan.

Sontak kejadian itu membuat pihak keluarga emosi.

Kini, keluarga dari jenazah PDP Covid-19 sempat ke luar dari peti karena kelalaian petugas berharap nama baik mereka dibersihkan lantaran viralnya video tersebut membuat keluarga almarhumah ditakuti warga PALI.

Eka Kamelia (37), warga Bhayangkara Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Muara Enim, Sumatera Selatan yang merupakan anak kandung jenazah dimakamkan secara protokol Covid-19 mengatakan dirinya berharap ada itikad baik dari Gugus Tugas untuk membersihkan nama baik keluarga.

Tengku Zul Bilang Ini Soal Aplikasi Injil Bahasa Minang, Yunarto : Kok Saya Merasa Ayah Merendahkan?

"Kami meminta keadilan. Kami juga mengutamakan nama baik keluarga kami. Karena warga PALI takut dengan kami," ungkap Eka Kamelia, kepada wartawan, Jumat (5/6/202).

Eka sangat menyesalkan apa yang terjadi seperti diberitakan, bahwa orangtuanya merupakan pasien positif virus corona, lantaran dimakamkan secara protokol Covid-19.

"Dampak sosial sangat terasa. Kami merupakan distributor buah di pasar. Jadi, baik pembeli maupun pedagang yang ada takut mendekat keluarga kami," jelasnya.

"Akibat ibu kami dimakamkan secara Covid-19. Usaha kami terjun bebas, nama baik keluarga kami jadi tercoreng," tambahnya.

Selama menggelar yasinan yang menyayat hati, jelas Eka, keluarga dekat pun enggan melayat ke rumah.

Selain itu, pihak gugus tugas juga selama 14 hari masa inkubasi juga tidak ada yang datang ke rumah untuk meminta maaf.

"Setelah berita ini viral, baru Kamis (4/6/2020) Ketua Gugus Tugas bersama tim lain menemui keluarga kami untuk meminta maaf," katanya.

Rekor Baru Corona di Indonesia, Jumlah Positif Covid-19 Hari Ini Tambah Hampir 1.000 Kasus

Ia mengatakan, jenazah ibunya belum sempat diambil sampel baik rapid test maupun swab tes.

Meski begitu, pemakaman tetap dilakukan secara Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved