Menikmati Kesejukan Alami Hamparan Kebun Teh Cianten
Tak kalah indah, Perkebunan Teh Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang punya keindahan yang sama.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Hamparan kebun teh terbentang luas di jalan berkelok ujung Barat Kabupaten Bogor.
Pemandangan ini tak hanya bisa dinikmati di kawasan Puncak Bogor saja.
Tak kalah indah, Perkebunan Teh Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang punya keindahan yang sama.
Perkebunan Teh Cianten masih sepi, pengunjungnya kebanyakan masih dari warga sekitar.
Tak seramai wisata kebun teh di Cisarua, Puncak, Bogor.
Satu di antara tempat wisata di Leuwiliang ini masih sangat terjaga keasriannya.
Udaranya yang segar, jauh dari hingar bingar kendaraan.
Cocok untuk mencari ketenangan alam pada bentangan hijau daun-daun teh.
Wisata Perkebunan Teh Cianten ini merupakan aset dari perusahaan perkebunan milik negara.
Namun dibuka untuk umum tanpa dikenakan tarif tiket masuk.
"Hanya membayar uang kebersihan saja seikhlasnya, supaya tidak tercemar. Kan sayang-sayang tempat sebagus ini tapi banyak sampah," kata Muhammad Rizki, warga sekitar sekaligus relawan kebersihan Perkebunan Teh Cianten, Rabu (17/6/2020).
Perkebunan Teh Cianten sangat luas, mencapai ratusan hektar.
Lokasi perkebunan ini berbukit di sekitar kaki Gunung Halimun Salak.
Untuk sampai di sini, perlu melewati jalan yang berliku, sesekali masuk kawasan perhutanan.
Kincir angin dengan suaranya yang merdu, hampir ada di sepanjang jalan.
Belum lagi wangi cengkeh yang dijemur berasal dari rumah-rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/suasana-di-perkebunan-teh-cianten-desa-purasari-kecamatan-leuwiliang-kabupaten-bogor.jpg)