Breaking News:

Khawatir Digusur karena Kabar Pembangunan Jalur LRT, Pedagang Ikan Hias Bogor 'Digocek' Pemkot

Ketika sewa habis di tahun 2018 lalu, para pedagang mengajukan perpanjangan ke Pemkot Bogor dan tidak mendapat tanggapan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Depo ikan hias dan tanaman air di depo Pemasaran Ikan Hias Kota Bogor, di Jalan Binamarga, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Pedang ikan hias dan tanaman air di depo pemasaran ikan hias Kota Bogor yang tergabung kedalam Paguyuban Bina Bakti berlokasi di Jalan Binamarga, Kecamatan Bogor Timur, khawatir tergusur.

Hal itu dikarenakan munculnya informasi jalur tersebut akan dijadikan jalur LRT.

Ketua paguyuban Bina Bakti, Aman Sudiaman mengatakan bahwa para pedagang ikan hias menyewa ke Pemkot Bogor setiap lima tahun sekali.

Ketika sewa habis di tahun 2018 lalu, para pedagang mengajukan perpanjangan ke Pemkot Bogor dan tidak mendapat tanggapan.

"Ketika kami mengajukan perpanjangan di bulan Mei tahun 2018, tidak ada jawaban dari Pemkot Bogor, kemudian pada 27 September 2019 baru ada jawaban dan perpanjangan ditolak dengan alasan berdasarkan Perda no 8 tahun 2011 yaitu lokasi depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini berada di kawasan lindung dan sepadan bangunan," katanya.

Mendapat informasi itu pedagang ikan pun mendatangi Bappeda Kota Bogor untuk melihat peruntukan kawasan tersebut.

Namun ternyata jalur tersebut bukan kawasan lindung melainkan barang dan jasa.

"Saat itu kami langsung membuat surat ke Walikota, kemudian ada pihak BPKAD melakukan sosialisasi dan tidak diperpanjang lagi depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini karena untuk kepentingan pembangunan LRT, ini semakin membuat tidak jelas, kenapa lokasi kami akan digusur," jelasnya.

Aman mengatakan bahwa depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini seharusnya dipertahankan dan diperbesar bangunannya.

"Kami berharap agar depo ini dipertahankan dan diperbolehkan untuk tetap berjualan, karena kalau dipindah ke tempat baru, maka akan dimulai dari nol untuk penjualan ikan, karena harus khusus dan di Kota Bogor hanya ada satu sentral depo pemasaran disini saja,"katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved