Breaking News:

Gaya Anggota DPRD Kota Bogor Ngantor Pakai Motor Klasik : Saya Tak Mau Memunculkan Kesan Mewah

Sehari-hari, Politisi PPP tersebut mengunakan motor super cup 800 atau honda tahun 82 dari rumah menuju gedung DPRD Kota Bogor.

Kolase TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho/Istimewa
Politisi PPP Akhmad Saeful Bahri yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor sedang duduk diatas motor klasiknya usai menjalani tugasnya sebagai anggota dewan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Jauh dari kesan mewah, politisi PPP yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Akhmad Saeful Bahri menggunakan motor antik tahun 80an sebagai kendaraan operasionalnya.

Bukan tidak memiliki kendaraan lain, namun Saeful lebih senang menggunakan motor antiknya itu.

Sehari-hari, Politisi PPP tersebut mengunakan motor super cup 800 atau honda tahun 82 dari rumah menuju gedung DPRD Kota Bogor.

Selain hobi dengan kendaraan klasik, pria yang akrab disapa ASB tersebut mengatakan bahwa motor yang digunakannya itu menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya.

"Menggunakan motor klasik itu melahirkan sebuah romantisme perjuangan dari seorang lelaki yaitu ayah saya," katanya, Rabu (24/6/2020).

Politisi PPP ASB Akhmad Saeful Bahri yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor sedang berfoto diatas motor klasiknya disela-sela aktivitasnya menjadi anggota DPRD.
Politisi PPP ASB Akhmad Saeful Bahri yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor sedang berfoto diatas motor klasiknya disela-sela aktivitasnya menjadi anggota DPRD. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

ASB yang kini duduk dibangku Komisi IV DPRD Kota Bogor mengatakan motor tersebut dulunya digunakan oleh ayahnya untuk operasional sehari-hari.

Bahkan saat dirinya beranjak dewasa motor itu juga digunakan untuk mencari ilmu dibangku universitas.

"Saya dari kecil sampai remaja sampai bekerja pun sampai hari ini saya pakai motor ini, sekolah saya pakai motor ini, kuliah saya pakai motor ini, sampai bekerja pun pakai motor ini," katanya.

Sejak tahun 82an sampai hari ini surat tanda nomer kendaraan (STNK) motor tersebut masih atas nama ayahandanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved