Breaking News:

Menanam Jadi Passion Baru di Kalangan Anak Muda Bogor, Borac Sediakan Ribuan Bibit Cabai

Dengan jargon 'Menanam Kembali' Bogor Respond Anticipation Crisis (Borac) membangun jaringan menanam secara estafet.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Koordinator Menanam Kembali Borac Gema Sastra Nasution sedang melakukan penyiraman ribuan bibit cabai yang siap dibagikan kepada warga. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemuda di Kota Bogor bergerak membangun kembali passion menanan dikalangan anak muda.

Dengan jargon 'Menanam Kembali' Bogor Respond Anticipation Crisis (Borac) membangun jaringan menanam secara estafet.

Koordinator Menanam Kembali Borac Gema Sastra Nasution mengatakan bahwa sampai saat ini audah ada sekitar 2000 bibit cabai ke wilayah ebam kecamatan di Kota Bogor dan beberapa wilayah di kabupaten.

Gema mengatakan bahwa pembagian bibit menggunakan sistem estafet atau jaringan dengab cara melakukan assesmen atau peninjauan wilayah atau individu yang akan menerima bibit.

"Jadi pembagian bibit ini menfgunakan sistem estafet misal seperti ada kelompok anak muda atau pemuda dan warga yang kenal dengan anggota kita atau nanti ada warga atau pemuda yang melakukan pengajuan dengan sistem estafet," ujarnya

Gema mengatakan bahwa selain membagikan bibit pihaknya juga melakukan edukasi bagaiaman cara menyemai, pembibitan, perawatan hingga memanen.

Gema mengatakan bahwa Ia dan anggota Borac melakukan pembibitan dari benih hingga penyemaian sampai menjadi bibit yang siap ditanam langsung dari polybag ke tanah.

Saat ini ada ribuan bibit cabai yang siap disebar dan ditanam.

" Iya harapannya jadi ketika bibit, edukasi dibagikan kepada warga, nanti akan estafet dibagikan lagi ke tetangganya dibagikan lagi ke saudaranya, dan nanti biaa juga dikonsumsi warga sekitar dan bahkan bisa menambah pemasukan," ujarnya.

Gemma mengatakan bahwa sasaran dalam program berbagi bibit tersebut pihaknya lebih menyasar kepada kalangan pemuda untuk kembali menggerakan passion menanam.

"Kenapa anak muda, karena kita butuh anak muda untuk penggerak dan mengetrend kan kembali menggerakan kembali passion menenanam, saya kalau masa muda itu kosong dan hanya nongkrong tapi tidak produktif," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved