Iuran BPJS Naik Per 1 Juli 2020, Warga Bogor: Berat Buat Saya

Seorang warga Bogor peserta BPJS mandiri, Novian, mengaku kenaikan tarif iuran BPJS ini cukup berat baginya.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi Kantor Pelayanan BPJS di Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tarif iuran Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial ( BPJS ) resmi naik per 1 Juli 2020.

Diketahui, untuk iuran per bulannya peserta BPJS kelas 1 naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu, kelas 2 naik dari Rp 51 ribu jadi Rp 100 ribu dan kelas 3 naik dari Rp 25.500 jadi Rp 42 ribu.

Seorang  warga Bogor peserta BPJS mandiri, Novian, mengaku kenaikan tarif iuran BPJS ini cukup berat baginya.

Ayah 3 anak ini mengaku bahwa pekerjaannya sebagai karyawan swasta saat ini juga belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19.

"Jelas kenaikan ini berat menurut saya. Apalagi masih kena dampak Covid-19," kata Novian kepada TribunnewsBogor.com di Cibinong, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa dia sudah mengakali kenaikan tarif iuran BPJS ini dengan menurunkan kelas dari kelas 1 menjadi kelas 2.

Meski begitu, kata dia, kenaikan ini masih terasa berat baginya sebagai kepala keluarga.

"Saya udah turunin kelasnya, masih berat juga. Saya ini harus cari penghasilan lebih biar bisa bayar (iuran BPJS). Dampak Covid-19 penghasilan saya berkurang juga soalnya. Saya berat karena harus bayar 5 orang satu keluarga, kalau buat 2 orang mah aman," kata Novian.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved