Breaking News:

Waspada Radiasi Sinar UV di Jabodetabek Hari Ini, Apa Bahayanya untuk Kulit ?

Edwin menyarankan, sebaiknya sunscreen dipakai setiap keluar rumah yang terpapar sinar matahari.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Ilustrasi sinar matahari 

“Ini disebabkan sinar UV yang masuk ke dalam kulit akan menyebabkan kerusakan DNA dalam sel kulit. Kerusakan DNA ini akan memacu berbagai reaksi,” ujar Okke.

Reaksi yang bisa muncul berupa peradangan yang kemudian menjadi sunburn, serta memicu melanosit untuk memproduksi pigmen lebih banyak.

Dampaknya, kulit menjadi lebih gelap bahkan bisa terjadi kelainan pigmentasi seperti melasma.

Adapun, paparan kronik dapat mengakibatkan adanya kerusakan DNA yang akan menyebabkan perubahan atau mutasi genetik yang berakibat terjadinya degenerasi kelogen.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penuaan dini.
“Selain itu merangsang pertumbuhan kulit berlebih dan jinak seperti timbul kutil-kutil pada wajah,” kata Okke.

Untuk dampak yang sifatnya ganas adalah menyebabkan kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa dan melanoma maligna.

Sementara itu, dokter spesialis kulit RS Siloam, dr Edwin Tanihaha SpKK, mengatakan, sinar matahari memiliki 3 jenis sinar radiasi yaitu UV A, UV B, dan UV C.

Sinar UV A bisa menyebabkan risiko penuaan kulit, pigmentasi, serta bila terpapar jangka waktu lama dan sering akan menyebabkan kanker kulit.

Sinar UV B bisa menyebabkan sunburn terhadap kulit.

"Dan sinar UV C sebenarnya bersifat paling merusak kulit, namun karena panjang gelombangnya paling pendek, sehingga risiko terhalang oleh lapisan ozon kulit," ujar dokter Edwin, saat dihubungi secara terpisah, Kamis siang.

Halaman
1234
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved