Kuliner Bogor

Ini Deretan Kuliner Malam di Jembatan Merah Bogor, dari Doclang Hingga Martabak

Saat malam hari, kawasan Jembatan Merah ramai pedagang jajakan kuliner.

Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Magang
Doclang 405, makanan tradisional Jawa Barat yang terkenal di kawasan jembatan merah, Kota Bogor. 

Makanan satu ini bernama tauge goreng namun tidak ada unsur menggorengnya.

Meski dinamakan tauge goreng, nyatanya proses pembuatannya tetap direbus.

Kamu bisa dengan mudah menemukan makanan khas Bogor ini di Jembatan Merah saat malam hari.

Tauge, ditambah irisan tahu, ketupat, dan mie kuning digabungkan dalam satu piring.

Toge goreng
Toge goreng (TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah)

Bahan-bahan tersebut kemudian disiram kuah kental yang terbuat dari oncom dan tauco.

Cocok disantap selagi hidangan masih panas, apalagi dengan cuaca dingin malam hari.

3. Nasi Uduk

Meski terlihat biasa, namun siapa sangka nasi uduk ini justru cukup banyak diminati wisatawan karena telah melegenda.

Sudah kurang lebih 20 tahun berjualan, nasi uduk menjadi satu-satunya yang berada di Jembatan Merah dari banyaknya jenis kuliner yang ada.

Lapak nasi uduk ini berada di depan Toko Laris Pasti.

Ada banyak lauk yang tersedia, yaitu jengkol, sate kikil, sate sapi, telur, tahu, dendeng paru, babat, dan perkedel.

Jengkol dan dendeng paru menjadi best seller lauk pendamping makan nasi uduk di malam hari.

Lauknya boleh ambil sendiri sesuai selera.

Pembayarannya dilakukan setelah selesai makan.

4. Martabak ketan hitam

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved