Breaking News:

Teror Virus Corona

Kalung Antivirus Covid-19 dari Kementan Tuai Perbincangan, Menko PMK: Harus Teruji Secara Ilmiah

Menko PMK Muhadjir Effendy mengingatkan, Kementerian Pertanian agar berhati-hati sebelum menyebarluaskan kalung antivirus corona.

DOK. Humas Kementerian Pertanian
Kementan akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan, Kementerian Pertanian agar berhati-hati sebelum menyebarluaskan kalung antivirus corona.

Menurut dia, perlu ada pengujian secara klinis untuk membuktikan efektivitas penggunaa kalung antivirus yang dimaksud.

"Penting, jangan sampai kalau itu belum teruji secara klinis, belum teruji secara ilmiah, jangan segera disebarluaskan, didiseminasikan," kata Muhadjir seperti dikutip dari Kompas TV, Senin (6/7/2020).

"Karena kalau sampai tidak cocok dengan apa yang diperkirakan, itu bisa memiliki dampak yang tidak baik," imbuh dia.

Penjelasan Kementan Soal Kalung Eucalyptus yang Disebut Sebagai Antivirus Corona

Update Covid-19 Kabupaten Bogor 5 Juli 2020: Pasien Positif Bertambah 1, Total Kasus Sembuh 113

Muhadjir menyatakan, pihaknya mendukung setiap upaya yang dilakukan berbagai pihak guna mengatasi pandemi Covid-19.

Mulai dari penelitian antivirus hingga penemuan vitamin, obat dan ramuan herbal yang diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Serta, berbagai jenis peralatan yang diklaim dapat membunuh virus corona.

"(Tapi sebelum) itu perlu ada kajian yang mendalam, bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, secara ilmiah," ujarnya.

"Itu kan tidak bisa serta merta. Ada masa uji coba, masa evaluasi, bagaimana respon, dan itu harus diteliti secara cermat," imbuh Muhadjir.

Update Covid-19 Kota Bogor 5 Juli 2020, Kasus Positif dan Sembuh Bertambah 5 Orang

Sebelumnya, Kementan mengklaim berencana membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan Eucalyptus.

Halaman
123
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved