Breaking News:

Kondisi Hunian Sementara Korban Longsor Sukajaya Bogor, Mamah Dedeh Buka Warung

huntara ini berupa beberapa bangunan yang memanjang serta di dalamnya diberi sekat-sekat dengan masing-masing ruangan sekitar seluas 6x3 meter.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi hunian sementara (huntara) yang dihuni para korban bencana banjir dan longsor awal tahun 2020 di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAJAYA - Hunian Sementara (huntara) untuk para korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya diresmikan oleh Menteri Sosial RI Juliari Batubara, Senin (6/7/2020).

Huntara tersebut didirikan bekerja sama dengan TNI di area yang memakan sebagian lahan lapangan sepakbola dan terbuat dari kerangka baja ringan, dinding beberapa lapis triplek dan beratap seng.

Pantauan TribunnewsBogor.com, huntara ini berupa beberapa bangunan yang memanjang serta di dalamnya diberi sekat-sekat dengan masing-masing ruangan sekitar seluas 6x3 meter.

Ruangan inilah yang dihuni untuk sementara oleh para keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana longsor dan banjir awal tahun 2020 lalu.

Huntara ini juga tampak dilengkapi kamar mandi terpisah dengan air dari perbukitan serta mushola.

Beberapa pengungsi di huntara ini bahkan terpantau membuka warung kopi, menjual seblak dan lain-lain.

Seperti yang dilakukan oleh Dedeh (51) yang membuka warung 'Mamah Dedeh' menggunakan lapak huntara yang dia punya.

Serta mengandalkan pembeli dari para warga yang kerap bermain bola di lapangan sepak bola tersebut.

"Saya buka warung buat tambah-tambah aja. Kalau bapak kerjanya ngurus (gembala) kambing," kata Dedeh kepada TribunnewsBogor.com, Senin (6/7/2020).

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved