Breaking News:

Kondisi Hunian Sementara Korban Longsor Sukajaya Bogor, Mamah Dedeh Buka Warung

huntara ini berupa beberapa bangunan yang memanjang serta di dalamnya diberi sekat-sekat dengan masing-masing ruangan sekitar seluas 6x3 meter.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi hunian sementara (huntara) yang dihuni para korban bencana banjir dan longsor awal tahun 2020 di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (6/7/2020). 

Dedeh mengaku bahwa dia sudah menempati huntara ini selama sekitar 3 bulan.

Sejauh ini, kata dia, dia tak pernah dipungut biaya apapun termasuk listrik yang tetap gratis.

Untuk mandi, Dedeh menggunakan kamar mandi terpisah yang disediakan untuk dipakai secara bergiliran.

Satu lapak huntara ini, kata dia, ada yang dihuni 4 sampai 5 orang bahkan lebih.

"Ya tinggal di sini kalau kemarau panas, malam dingin, kalau hujan berisik atapnya," kata Dedeh.

Namun, kata dia, huntara ini lebih baik dibanding sebelumnya dia tinggal di tenda pengungsian.

Dedeh berharap hunian tetap bisa segera selesai dibangun.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa para korban longsor ini akan menghuni huntara sampai hunian tetap (huntap) selesai dibangun.

Huntap ini, kata Ade, rencananya akan dibangun sebanyak sekitar 1.700 unit.

"Ada sekitar 1.700 (huntap) untuk Kecamatan Sukajaya dan di Cigudeg juga ada," kata Ade Yasin.

Huntap ini akan dibangun di tujuh titik di wilayah Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg

Sementara ini titik huntap yang sudah melalui proses lelang adalah di titik Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.

"Ada sekitar 7 titik. Yang sudah dilelang di wilayah titik Urug," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved