Breaking News:

Memecah Antrean di Stasiun Bogor, Bima Arya Usul Kapasitas Penumpang Ditambah

Menurut dia, solusi terbaik adalah pengaturan shift kerja di Jakarta atau penambahan kapasitas penumpang di dalam gerbong KRL.

TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Wali Kota Bogor Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Walikota Bogor Bima Arya menilai kapasitas gerbong yang masih dibatasi 35 persen menjadi penyebab adanya antrean di Stasiun Bogor.

Padahal, jumlah penumpang dari Bogor yang hendak berangkat kerja ke Jakarta saat ini sudah mendekati angka normal.

Hal ini seiring dengan jumlah sektor perkantoran di Jakarta banyak yang sudah kembali buka.

"Kenapa saat ini antre, karena jumlah penumpang dibatasi hanya 35 persen, harusnya ditingkatkan jadi 50 bertahap 70 persen," ucap Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com di ruang kerjanya, Senin (6/7/2020).

Solusi layanan bus gratis trayek Bodebek tujuan Jakarta dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dinilainya tidak efektif untuk mengurangi jumlah penumpang KRL.

Bima Arya mengatakan, jumlah penumpang dengan kapasitas duduk bus tidak seimbang.

"Penumpang itu ada 20 ribu, padahal kapasitas bis 15 - 20 orang. Kalau 10 bis saja baru bisa menampung 200 orang, 100 bis 2000, masih jauh dari 20 ribu," jelasnya, Senin (6/7/2020).

Oleh karenanya, Bima Arya menilai bantuan bus gratis tersebut bukan solusi.

Menurut dia, solusi terbaik adalah pengaturan shift kerja di Jakarta atau penambahan kapasitas penumpang di dalam gerbong KRL.

Jumlah penumpang yang sudah mendekati normal namun kapasitas gerbong masih dibatasi 35 persen yang dianggap menjadi penyebab adanya antrean itu.

Ia yang sudah menjabat 2 periode menjadi Walikota Bogor ini meminta jika kapasitas jumlah penumpang di dalam gerbong kereta ditambah.

Asalkan dengan catatan menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti selalu menggunakan masker, face shild, dan baju tangan panjang.

Selain itu, juga dirutinkan tes swab seminggu sekali di stasiun, serta sering membersihkan kereta menggunakan cairan desinfektan.

"Gerbong sudah maksmial, tidak bisa jadi solusi permanen. Solusi yang paling tepat adalah penambahan kapasitas penumpang di dalam gerbong," papar Bima Arya.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved