Breaking News:

Teror Virus Corona

Usai Tuai Polemik, Kementan Kini Bantah Klaim soal Kalung Antivirus, Sebut Izin Edar Sebagai Jamu

Banyak yang mempertanyakan mengenai benar tidaknya kalung tersebut bisa menjadi antivirus corona.

DOK. Humas Kementerian Pertanian
Kementan akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus. 

Penelitian pun mulai dilakukan sejak Maret 2020.

Penelitian diawali dengan studi literatur dan pengalaman empiris tanaman potensial antivirus dan penambah daya tahan tubuh.

Selanjutnya terpilih sekitar 50 tanaman potensial.

Kemudian, dilakukan ekstraksi maupun destilasi untuk mendapatkan bahan aktifnya.

UPDATE Covid-19 Indonesia 7 Juli 2020: Total Kasus Positif 66.226, Sembuh Mencapai 30.785 Orang

Bahan aktif yang diperoleh kemudian diuji karakteristik dan kemampuan anti virusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio.

Hasil pengujian terhadap beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa Eucalyptus mampu membunuh 80-10 persen virus influenza dan corona.

Bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro.

M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Tahapan selanjutnya adalah mengembangkan minyak Eucalyptus tersebut menjadi beberapa varian produk yang kemudian diuji coba kepada 16 pasien positif Covid-19 tanpa uji klinis.

"Kami hanya me-record testimoni mereka,

tetapi tidak melakukan pengujian terhadap kondisi kesehatannya," kata dia.

Menurut dia, uji klinis tidak dilakukan lembaganya karena memang tidak memiliki wewenang dan kompetensi untuk melakukan hal itu.

Uji klinis harus dilakukan oleh tim dokter, dalam hal ini harus diketuai oleh dokter spesialis paru.

Namun, saat ini tawaran untuk uji klinis sudah datang dari Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin.

Fadjry memastikan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan penelitian dengan bantuan perguruan tinggi untuk memastikan manfaat produk sebagai antivirus.

"Produk ini masuk dalam kategori jamu, dan registrasinya memang tidak harus uji klinis.

Namun, Kementan melanjutkan riset ini dan akan uji klinis," ujarnya. (Tribunnewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalung Antivirus Corona, Kementan Bantah "Overclaim" hingga Akan Uji Klinis"

dan di Tribunnews Kementan Bantah 'Overclaim' Soal Eucalyptus Kalung Antivirus Corona, Sebut Izin Edar Sebagai Jamu

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved