Breaking News:

Asyik Santap Lobster, Sandiaga Uno Mendadak Tertawa Dengar Sindiran Susi Pudjiastuti

Sandiaga Uno lantas menanyakan, setelah kepas jabatan sebagai Menteri KKP, masih kah Susi Pudjiastuti memberi masukan untuk Pemerintah.

Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: khairunnisa
Youtube Sandiuno TV
Susi Pudjiastuti suguhkan lobster untuk Sandiaga Uno 

"Ya harus kita coba dengan segala cara," kata Susi Pudjiastuti.

Sandiaga Uno lantas memuji hidangan yang disuguhkan untuknya.

Menurut Sandi, Susi selalu memakan makanan yang fresh.

"Ini semua lokal produk yah," kata Sandiaga Uno.

"Yang menarik dari Bu Susi ini selalu makanannya segar dan kualitas terbaik dan bisa dibilang probably bintang 5," kata Sandiaga Uno.

"Pakai tangan kali yah," kata Susi.

"Ya karena kita makan lobster, ibu gak makan bu (lobster) ?" kata Sandiaga Uno.

"Aku mau makan, lobster tadi malam kita udah makan, kemarin udah makan sama anak-anak," kata Susi Pudjiastuti ke Sandiaga Uno.

Sementara itu dilansir Kompas.com, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, menegaskan kalau lobster di Indonesia masih jauh dari kata punah.

Populasi lobster di alam liar masih besar.

"Semakin dalam saya pelajari, ternyata lobster ini sendiri kalau ditakutkan akan hilang dari peredaran atau punah, dari data yang kita miliki potensi punah itu tidak ada," kata Edhy di Indramayu seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2020).

Dia menyebut dibukanya kembali ekspor benih lobster dilakukan semata demi menyejahterakan rakyat.

Kebijakan ini bertolak belakang dengan larangan ekspor benur yang diberlakukan di era Menteri KKP periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti.

Edhy mengklaim, berdasarkan hasil penelitian, seandainya lobster ditinggalkan di alam, maka diperkirakan jumlah telur yang bisa mencapai dewasa hanya sekitar 0,2 persen.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berkunjung di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato. Edhy menyebut untuk perikanan tangkap, izin kapal di atas 30 GT hanya membutuhkan waktu satu jam.(KOMPAS.COM/SALMAN PEMPROV GTO)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berkunjung di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato. Edhy menyebut untuk perikanan tangkap, izin kapal di atas 30 GT hanya membutuhkan waktu satu jam.(KOMPAS.COM/SALMAN PEMPROV GTO) ()

Namun, lanjutnya, bila dibudidayakan, maka telur lobster dapat mencapai dewasa hingga sekitar 30 persen.

"Di Indonesia lobster ini bisa bertelur dalam satu bulan satu juta, kalau dalam setahun hitungan saya ada 27 miliar telur," tuturnya.

Kebijakan yang kembali menginzinkan ekspor benih lobster tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020.

Regulasi ini mengatur pengelolaan hasil perikanan seperti lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajungan (Portunus spp.).

Aturan ini sekaligus merevisi aturan larangan ekspor benih lobster yang dibuat di era Susi yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved