Breaking News:

Beredar Info Denda Tilang Masker di Jateng, Ganjar : Fokus Edukasi Masyarakat Protokol Kesehatan

Ganjar Pranowo memastikan bahwa pesan berantai terkait informasi penerapan denda tilang bagi masyarakat yang tidak bermasker itu bukan dari dirinya.

Istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat tindak lanjut terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo yang terus saja terjadi, Kamis (9/7). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, Semarang - Masyarakat Jawa Tengah digegerkan dengan munculnya pesan berantai di grup-grup aplikasi Whatsapp.

Dalam pesan itu, dikatakan bahwa Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan instruksi Gubernur tentang denda tilang bagi masyarakat yang tidak bermasker di tempat umum sebesar Rp100-150 ribu.

Penilangan disebutkan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas.

Penegakan hukuman itu disebutkan akan digelar selama 14 hari, mulai tanggal 27 Juli sampai 9 Agustus 2020.

Yang membuat janggal dari pesan berantai itu adalah proses tilang berdenda ini menggunakan e-tilang yang diakses via aplikasi Pikobar.

Padahal, Pikobar merupakan kepanjangan dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan bahwa pesan berantai terkait informasi penerapan denda tilang bagi masyarakat yang tidak bermasker itu bukan dari dirinya.

Ia juga tidak tahu siapa yang menyebarkan informasi itu ke publik, sehingga masyarakat menjadi resah.

"Saya tidak tahu, mungkin itu sama dengan yang terjadi di provinsi lain," terangnya.

Meski Demikian, Ganjar mengatakan pihaknya juga sedang mendiskusikan dengan para kepala daerah terkait sanksi yang harus diberikan dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan masyarakat.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved