Breaking News:

Mutasi Pejabat Pemkot Bogor, Bima Arya Minta yang Tidak Siap Berkreasi Tak Usah Maju

Mutasi tersebut dilakukan untuk menutupi kekosongan pejabat yang sudah pensiun dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga PNS di lingkungan Pemkot Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat ketika diwawancarai mengenai proses rotasi mutasi PNS di Balaikota Bogor, Senin (20/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Rotasi mutasi di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Bogor akan segera dilakukan.

Mutasi tersebut dilakukan untuk menutupi kekosongan pejabat yang sudah pensiun dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga PNS di lingkungan Pemkot Bogor.

Dalam berbagai kesempatan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto selalu mengingatkan kepada keluarga besar ASN perang melawan Covid-19 belum selesai.

"Jadi ini belum bisa santai jadi science of urgencynya itu harus ada berfikir berkerja terus gas pol perang, kalau yang tidak siap perang, mundur saja saya bilang gitu," katanya beberapa waktu lalu.

Pada pelaksanaan rotasi dan mutasi yang prosesnya cukup panjang Bima berharap rotasi mutasi diibaratkan sebagai kabinet covid.

Bima menegaskan yang tidak bersiap tak usah maju untuk mengikuti rotasi mutasi.

"Kalau tidak turun ke lapangan tidak siap berkreasi ya sudah tidak usah, jangan karena senior dia bisa naik pangkat, enggaklah ini beda, walaupun saya tidak seperti pak Jokowi yang bisa mecat kapansaja, kalau kepala dinas kan tidak bisa dipecat, hanya bisa digeser itu pun setelah dua tahun," ujarnya saat ditemui di Balikota Bogor, Senin (20/7/2020).

Untuk itu Ia pun mengajak agar semua siap untuk nerperang berkreasi dan inovasi melawan Covid.

Dilokasi terpisah Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa Rotasi mutasi sudah masuk di proses badan pertimbangan jabatan (Baperjakat).

"Alhamdulillah sudah selesai sempat ada perbaikan-perbaikan tapi sudah beres tinggal tunggu waktu saja, waktu pelantikan mudah mudahan minggu sekarang," katanya.

Ade menjelaskan ada beberapa posisi skretaris dinas yang masih kosong.

Tak hanya itu pegawai di lingkungan tenaga pendidik dan medis pun banyak yang masuk ke dalam masa pensiun.

"Yang paling banyak itu disektor pendidik dan medis kalau saya lihat pensiunan itu hampir tiap bulan 20, kemaren 2019 itu terkaumulasi 299 orang, berartikan ini harus diantisipasi,"ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved