Viral di Medsos
VIRAL Nenek Diduga Dipaksa Jualan, Tak Diberi Makan Minum, Mbah Bolot Takut Ungkap Perlakuan Anak
Dalam keterangan videonya, diberitahukan, Nenek tersebut dipaksa untuk jualan oleh anaknya.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Baru-baru ini, viral di media sosial dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang Nenek tengah jualan keliling.
Diduga Nenek tersebut dipaksa jualan oleh anaknya.
Vidoe tersebut diunggah pertama kali oleh akun Instagram @vanjulio_ di Instastory-nya.
Kemudian, video tersebut menjadi viral di media sosial setelah banyak akun yang turut mengunggah ulang.
Dalam keterangan videonya, diberitahukan, Nenek tersebut dipaksa untuk jualan oleh anaknya.
Bahkan, wanita tua itu tidak diberi makan dan minum oleh anaknya.
• Viral Bocah Tertidur Selama Setahun Pasca Operasi, Kenali Syndrom Putri Tidur atau Sleeping Beauty
• Kesaksian Nenek Bocah 5 Tahun yang Ditemukan Tewas di Toren Air: Sekarang Baru Bisa Mandi

Saat dikonfirmasi, Irfan yang merupakan pengunggah pertama video tersebut membenarkan kejadian tersebut.
Irfan, mengungkapkan peristiwa tersebut teradi pada Minggu (19/7/2020) siang di Jalan Letjen S. Parman Nomor 46, Petangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta.
Pria berusia 27 tahun itu menjelaskan, mulanya Nenek yang diketahui belakangan bernama Mbah Bolot itu menawarkan buah salak di warung soto miliknya.
Ia kemudian membeli salak tersebut dan menawarkan Mbah Bolot untuk makan soto di warungnya.
• Cerita Seorang Ayah Belikan Semua Menu Kopi Janji Jiwa karena Tak Tahu Kesukaan Anak, Videonya Viral
Mbah Bolot pun menerima tawaran tersebut.
Saat itulah Irfan menanyakan seputar kehidupan Nenek berusia sekira 70 tahun itu.
Pertanyaan itu dilontarkan Irfan lantaran dirinya mendapatkan informasi dari warga sekitar yang sering melihat Mbah Bolot berjualan dan ditunggu anaknya dari kejauhan.
"Kebetulan (saat itu) si anak mantau di atas motor Viar, dua orang dan satu orang anak kecil di motor tersebut," kata Irfan saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (20/7/2020).
Saat sedang makan, Mbah Bolot bercerita kalau dirinya jarang dikasih makan sama anaknya.
"Yang bikin saya tidak sampai hati saat simbahnya minum itu sampai gulanya juga dimakan. Di situ simbah sempat terharu karena bisa makan dan minum," jelasnya.
Irfan kemudian sempat menawarkan Mbah Bolot untuk tambah makanan, tapi simbah menolaknya.
• Viral Kucing Ini Diberi Nama Tupperware oleh Anak Kecil, Alasannya Bikin Ibunda Tertawa Ngakak
Alasannya, Mbah Bolot harus buru-buru karena jika terlalu lama keliling akan dimarahi oleh anaknya.
Irfan juga mengatakan, Mbah Bolot tersebut sering berjualan keliling di area Petangpuluhan, Wirobrajan.
"Setelah berjualan, uangnya disetor ke anaknya," ujar Irfan.
Ia mengatakan, awalnya ingin menegur anak Mbah Bolot, tapi simbah melarangnya karena takut dimarahi anaknya.
"Simbah sempat melarang saya ketika mau menegur anaknya, simbah takut dimarahi anaknya kalau saya tegur anaknya," ungkapnya.
• Viral Demi Pulang ke Rumah Usai 8 Bulan Dijual, Unta Rela Jalan Sejauh 100 Km
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, saat Mbah Bolot datang ke warungnya, dalam keadaan lelah dengan badan yang bungkuk.
Ia mengatakan, baru pertama kali melihat Mbah Bolot, tapi orang sekitar sudah sering ditawari salak oleh simbah.
"Tetangga kanan kiri saya sering ditawarin salak dan sudah pada tahu kalo anaknya mantau dari jauh (waktu itu mantau dari Jembatan Tamansari)," papar Irfan.
Berdasarkan informasi yang diterima Irfan, Mbah Bolot adalah warga Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogykarta.
Irfan pun sudah menghubungi Ketua RT tempat Mbah Bolot tinggal.
Dari keterangan Ketua RT, kejadian tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak Polsek dan Polda.
"Sudah didatangi oleh pihak Polsek dan Polda," ungkapnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Video Nenek Diduga Dipaksa Berjualan, Tak Diberi Makan dan Minum, Anak Memantau dari Kejauhan, https://www.tribunnews.com/regional/2020/07/20/viral-video-nenek-diduga-dipaksa-berjualan-tak-diberi-makan-dan-minum-anak-memantau-dari-kejauhan.
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Sri Juliati