Tak Ada Pemasukan Selama Pandemi, Pemandu Karaoke Jual TV Hingga Kulkas untuk Bertahan Hidup

Tempat hiburan malam di DKI Jakarta stop beroperasi sejak aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.

Editor: Damanhuri
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah pekerja tempat hiburan malam menggelar aksi demo di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tempat hiburan malam di DKI Jakarta stop beroperasi sejak aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.

Hal ini berdampak terhadap karyawan tempat hiburan malam.

Satu di antaranya Bebi (bukan nama sebenarnya), pemandu karaoke yang kehilangan pekerjaannya sekira lima bulan.

"Saya sudah jual TV (televisi), sepatu-baju bekas, dan kulkas juga sudah saya jual online," kata Bebi (24 tahun), setelah aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Hal ini dilakukan Bebi demi menyambung hidup.

"Ya untuk beli makan, minum, dan untuk anak saya. Saya tinggal berdua sama anak, suami saya enggak ada (cerai)," ucapnya.

Bebi mengatakan hasil penjualan barang-barang tersebut hanya sanggup bertahan sekira 14 hari.

Itupun, kata dia, acap kali mengkonsumsi mi instan.

"Cuma dua minggu terpakainya, malah lebih sering makan mi dibanding makan nasi dan lauk lain," ungkap dia.

Wanita asal Jawa Barat ini mengaku sulit hidup di Jakarta lantaran hanya bermodal ijazah SMA.

"Ijazah SMA ada, cuma kan sulit dapat kerja juga di Jakarta. Wajib kuliah sarjana, baru deh gampang dapat kerjaan yang enak," ucap dia.

Karena itu, Bebi menegaskan bakal menguliahi putranya agar kelak menjadi sarjana.

"Tapi ngga apa-apa deh kalau saya kerja kayak begini sekarang, tapi uangnya saya harap bisa jadi biaya sekolah anak saya sampai kuliah," tutup dia.

(TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat) 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved