Breaking News:

Insentif Rp 25 Miliar Untuk Tenaga Kesehatan Covid-19 Sudah Turun, Bupati Bogor: Segera Dicairkan

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa dana insentif untuk para petugas kesehatan yang berjuang dalam penanganan Covid-19

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (22/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa dana insentif untuk para petugas kesehatan yang berjuang dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah turun dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Dana insentif tersebut, kata Ade Yasin, mencapai Rp 25 Miliar.

"Sudah ada, udah turun dari Kemenkes itu sekitar 25 Miliar kalau gak salah itu termasuk yang dari swasta, sudah diajukan dan udah di-ACC, sudah turun," kata Ade Yasin saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Rabu (22/7/2020).

Ade mengaku belum mengetahui pasti kapan dana insentif untuk tenaga kesehatan itu dicairkan.

Keputusannya, kata dia, ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.

"Dinkes yang mengatur ya, saya minta Dinkes untuk secepatnya dicairkan," kata Ade Yasin.

Penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan ini, kata dia, tidak sembarangan karena penerima juga harus memiliki syarat.

Penerima insentif, kata dia, juga tidak boleh menerima secara ganda dengan insentif dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

"Itu buat 4 RSUD sama ada beberapa puskesmas. Namanya kemarin ada data-datanya, gak sembarangan, harus yang memenuhi syarat, gak boleh double. Yang sudah ditangani oleh Kemenkes gak boleh ada double. Tapi ada yang belum ter-cover misalkan karena Kabupaten Bogor penduduknya banyak, itu bisa dari APBD, tapi harus betul-betul diverifikasi bahwa yang menerima itu adalah yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved