Breaking News:

Masjid Agung Kota Bogor Akan Teritegrasi dengan Alun-alun, Bisa Dilihat dari Kejauhan

Bima Arya juga menyampaikan keinginannya agar Masjid Agung ini terintegrasi dengan Alun-Alun yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
masjid Agung Kota Bogor masih dalam tahap revitalisasi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kelanjutan proses pembangunan revitalisasi Masjid Agung Kota Bogor yang sempat mangkrak pada tahun 2017 kembali dilanjut.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka Rapat Kerja IV Dewan Kemakmuran Masjid Agung Kota Bogor di Gedung PPIB, Jalan Raya Pajajaran, Bogor Timur, Rabu (22/7/2020) mengatakan pembangunan masjid yang berdekatan dengan eks Taman Topi dan Pasar Anyar akan dibuat terintegrasi.

Bima Arya juga menyampaikan keinginannya agar Masjid Agung ini terintegrasi dengan Alun-Alun yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi.

“Kami ingin itu menjadi satu nafas, satu irama, satu warna, deesain masjidnya harus bisa menyimbolkan menjadi ikon Kota Bogor, simbol perjalanan syiar Islam di Kota Bogor, simbol kebangkitan Islam dan sejarah Islam juga di Kota Bogor dari masa ke masa,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep desain yang dipaparkan oleh Pengurus DKM Masjid Agung sudah sangat baik.

Namun, karena perencanaan Alun-Alun anggarannya dari Provinsi Jawa Barat yang berbeda dengan Masjid Agung, sehingga harus dipastikan prosesnya berjalan satu irama.  

“Karena ini perencanaan yang berbeda, antara masjid dan alun-alun yang coba disatukan, Alun Alun ini sebetulnya sudah ada desainnya, karena ini bantuan dari Provinsi, jadi skenario terbaik adalah izinkan saya melobi pak Gubernur, apabila anggaran diturunkan tahun depan, kita ingin desainnya menyesuaikan, Tentunya setiap perkembangan nanti akan dikomunikasikan kepada pengurus DKM agar selalu update,” katanya.

Bima juga menyebut satu fase yang sangat penting telah dilewati, dimana hasil kajian dari Kementerian PUPR menunjukan ada sejumlah struktur bangunan yang harus dikuatkan lagi agar pembangunan tahap selanjutnya bisa mulai dikerjakan kembali.

“Masjid ini kan ternyata pembangunannya bermasalah dalam hal konstruksinya, jadi kalau dilanjutkan tidak aman, Ada kesalahan-kesalahan di masa lalu, setelah dikaji, kemudian kita mendapatkan rekomendasi, kita tahu apa yang harus dikerjakan, kita tahu apa yang harus diperbaiki, ini yang paling penting karena tidak mungkin bisa beribadah dengan tenang ketika konstruksinya pun tidak aman, Dinas PUPR sudah mengerjakan itu,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved