Breaking News:

Demo Sebut Beras Bantuan di Bogor Tak Layak, Mahasiswa Ditantang Bawa Bukti: Jangan Hanya Foto

Arif mengatakan bahwa mahasiswa akan terus melakukan monitorting beras bantuan tersebut.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ) melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor.

Aksi yang diikuti oleh sekitar enam orang tersebut dilakukan dengan membawa spanduk besar.

Tidak hanya itu, mahasiwa juga naik ke atas tembok untuk melakukan orasi.

Salah satu masa aksi Arif sibatullah mengatakan bahwa Ia mendapat laporan dari warga terkait kondisi beras bantuan dari Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor.

"Kita mendapat aduan dari warga mereka mendapat beras yang tidak layak lonsumsi, harusnya di masa pandemi ini pemerintah memberi solusi, tetapi solusi yang diberikan ini tidak konkrit, beras yang di berikan tidak layak dimakan oleh masyarakat," katanya disela sela aksi.

Arif mengatakan bahwa mahasiswa akan terus melakukan monitorting beras bantuan tersebut.

Dilokasi yang sama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan bahwa Pemkot Bogor melalui DKPP membeli beras kepada bulog untuk disalurkan .

"Beras ini disalurkan berdasarkan Impres no 5 tahun 2015 dan pergub no 37 tahun 2017 dimana harus melalui bulog dan harganya yang menentukan bulog, jadi tidak boleh membeli ke yang lain selain bulog," ujarnya.

Anas mengatakan bahwa beras tersebut sudah disalurkan sejak tanggal 19 Juli 2020.

Mengenai kondisi beras yang ditanyakan oleh mahasiswa, Anas meminta agar jika ada kondisi beras yang tidak layak dilaporkan.

"Kita juga ada kesepakatan dengan bulog, jika ada beras yang tidak benar akan di kembalikan ke bulog, kalau bisa bukti dari warga jangan hanya foto bawa saja berasnya ke DKPP, waktu saya cek beras itu bagus tidak ada kutunya bahkan ada hasil lab nya," katanya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat jika ada beras yang tidak bagus bisa langsung dikembalikan .

"Kembalikan saja ke DKPP karena nanti bulog yang akan mengganti," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved