Breaking News:

Kejari Musnahkan Barang Bukti

Kejari Kota Bogor Rebus Narkoba Jenis Sabu di Air Mendidih, Ganja dan Alat Hisat Sabu Dibakar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor melaksanakan pemusnahan barangbukti narkoba.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pemusnahan barangbukti narkona jenis sabu dengan air mendidik dilakukan oleh Kejaksaan negeri Kota Bogor bersama pihak kepolisian dan Pemkot Bogor di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Kamis (23/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor melaksanakan pemusnahan barangbukti narkoba.

Pemusnahan barang bukti narkona jenis obat terlarang, ganja sabu dan alat hisapnya dilakukan di Halaman Kantor Kejari Kota Bogor.

Pemusnahaan barangbukti narkoba tersebut dilakukan dengan cara cukup unik yakni dengan cara direbus di air mendidih.

Untuk pemusnahan narkoba jenis sabu di lakukan dengan cara menggunakan air mendidih.

Setelah itu barangbukti sabu, obat obatan dimasukan ke dalam air yang sudah direbus dalam suhu panas.

Kejari Kota Bogor Bakar 3.977 Lembar Uang Palsu Pecahan Rp 100 ribu

Sedangkan untuk barangbukti narkoba jenis ganja dan alat hisat sabu dilakukan dengan cara dibakar.

Selain narkona Kejari juga melalakukan pemusnahan barangbukti obat palsu dan bahan baku pembuatan obat palsu diantaranya adalah dua gentong paracetamol, teh, ctm dan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Bambang Sutrisna mengatakan bahwa barangbukti tersebut hasil dari 112 perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap baik ditingkat banding maupun kasasi.

BREAKING NEWS - Kejari Kota Bogor Musnahkan Barang Bukti, Ada Uang Palsu Hingga Senjata Tajam

"Untuk barangbukti yang bisa dikembalikan kepada masyarakat sudah kita serahkan juga langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Untuk barangbukti narkoba Kajari mengatakan diantaranya adalah digunakan dikalangan remaja.

Untuk mencegah peredaran narkoba Bambang mengatakan bahwa Kejaksaan aktif melalukan sosialisasi dan edukasi kepada remaja maupun anak sekolah.

"Sejak sebelum pandemi kita sudah aktif melakukan sosialisasi dan edukasi melalui jaksa masuk sekolah dan lain lain, kita berikan edukasi bahaya dampak dan hukum yang diberikan ketika kedpatan menyalahgunakan narkoba," Katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved