Breaking News:

Tetapkan 6 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bos, Kejari Kota Bogor Sita Satu Mobil dan Uang Rp 75 juta

Ketujuh orang tersangka tersebut diduga melakukan penggandaan soal ujian sekolah dan tryout dan UTS pada kontrak tahun anggaran 2017 sampai 2019.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM/LINGGA ARVIAN NUGROHO
Para tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bos tahun anggaran 2017 - 2019 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan kembali menetapkan tersangka pada kasus korupsi dugaan penyalah gunaan dana BOS.

Enam orang tersangka tersebut adalah BS GN DD SB DD WH yang merupakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) perwakilan dari enam kecamatan sekolah sekolah yang ada di Kota Bogor.

Selain mentapkan tersangka Kejari mengamankan uang sebesar Rp 75 juta dan mobil Toyota Veloz.

"Kita sudah dapat pengembalian Rp 75 juta kemarin, sekarang sudah saya titipkan ke rekening penampungan Rp 75 juta dan menyita satu barangbukti mobil veloz dan dokumen lain yang ada kaitannya dengan perkara ini," kata Kepala Kejari Kota Bogor Bambang Sutrisna, kamis (23/7/2020).

Keenam tersangka dari K3S tersebut diduga bersekongkol atau kolaborasi dengan kontraktor penyedia barang atau pemilik percetakan berinisial JRR yang sudah ditahan lebih dahulu.

Ketujuh orang tersangka tersebut diduga melakukan penggandaan soal ujian sekolah dan tryout dan UTS pada kontrak tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Dari hitungan pihak Kejaksaan Negeri Kota Bogor dengan menggunakan tim ahli dari Kemendikbud didapat toral krugian negara sebear Rp 17,1 miliar.

"Kami telah menangani dana bos dari tahun 2017 sampai 2019 total kerugian negara sekitar Rp 17,1 miliar kemarin kami sudah menahan satu tersangka sebagai penyedia mencetak soal ujian uts, tryout dan sebagainya selama tiga tahun ada delapan kegiatan,  harusnya pengelolaan dana bos untuk kegiatan tadi dikelola oleh komite sekolah tapi dikelola oleh K3S," ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Bambang Sutrisna mengatakan bahwa ditetapkannya keenam orang tersangka tersebut karena Kejari Kota Bogor memiliki dua alat bukti yang diperkuat keterangan saksi yang merujuk pada adanya dugaan penyalagunaan dana BOS yang merugikan negara sekitar Rp 17.189.919.828 miliar.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved