Breaking News:

Virus Corona di Bogor

BREAKING NEWS - Jelang Adaptasi Kebiasaan Baru, Satu Keluarga di Kota Bogor Positif Covid-19

dr Retno menjelaskan ditemukannya penularan dalam keluarga diawali dari seorang ayah yang suspek Covid-19 setelah pulang dinas dari luar kota.

Alexey Hulsov/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Kesehatan Kota Bogor mengingatkan agar masyatakat waspada adanya penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

Penularan di dalam lingkungan keluarga tersebut sudah terjadi di Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dedie A Rachim membenarkan kondisi tersebut.

Di lokasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa saat ini ada klaster baru di Kota Bogor.

dr Retno mengatakan klaster baru tersebut bersumber dari luar kota atau import case yang kemudian terjadi penularan di dalam lingkup keluarga kepada orang yang tinggal satu rumah.

"Kasus yang kemarin memang penularannya sebenarnya penularan dalam rumah tangga kasus pertama adalah awalnya seorang bapak karena ada riwayat pergi dari luar kota sebenarnya kasus import case riwayat berpergiannya dari Jawa Timur," katanya Jumat (24/7/2020) di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

dr Retno menjelaskan ditemukannya penularan dalam keluarga diawali dari seorang ayah yang suspek Covid-19 setelah pulang dinas dari luar kota.

Setelah dilakukan swab kepada anggota keluarga lima keluarga inti yakni istri dan dua orang anaknya positif Covid, selain itu ada satu orang yang tinggal satu rumah juga dinyatakan positif.

"Kemudian kita lakukan tracing kontak dibantu dengan tim lacak detektiv covid konta serumah dengan yang dirumah sakit juga itu dan kontak serumah, istrinya anaknya kemudian kita swab semuanya dari serumah itu ternyata hasilnya ada ibunya positif istrinya positif dua anaknya positif semua tiga orang," katanya.

Dr Retno juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada.

"Jadi memang ini yang perlu jadi perhatian kita penularan dalam rumah tangga artinya ada penularan dalam rumah tangga meskipun awalnya kita adalah klaster import case karena ada riwayat dari Jawa Timur," ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved