Breaking News:

Vila Liar Dikawasan Puncak Sulit Ditertibkan, Ade Yasin: Derajat Pemiliknya Lebih Tinggi dari Bupati

Dia menuturkan bahwa di kawasan Puncak Bogor banyak lahan perkebunan teh yang diokupasi jadi bangunan vila.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bupati Bogor Ade Yasin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa menjamurnya bangunan-bangunan vila di hulu Sungai Ciliwung di kawasan Puncak Bogor ini sulit ditertibkan.

Sebab sang pemilik vila, kata dia, rata-rata merupakan bukan orang sembarangan.

Hal ini dia ungkapkan dalam paparannya di hadapan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam rapat koordinasi Jabodetabek-Punjur di Hotel Pullman, Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2020).

"Ini persoalan dari dulu, ditertibkan juga sulit karena pemiliknya juga mungkin derajatnya lebih tinggi dari bupati. Tetapi ketika banjir di Jakarta, yang disalahkan bupati," kata Ade Yasin.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil melakukan kunjungan kerja ke Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2020).
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil melakukan kunjungan kerja ke Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2020). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dia menuturkan bahwa di kawasan Puncak Bogor banyak lahan perkebunan teh yang diokupasi jadi bangunan vila.

Bahkan kata dia, vila-vila tersebut juga tidak membayar pajak.

"Sehingga ini perlu pertolongan dari pusat untuk turun, membantu Kabupaten Bogor. Ada 300 hektare di PTPN Gunung Mas itu telah diokupasi. Status tanahnya eks HGU dan sampai saat ini perlu kepastian hukum atas hak tanah tersebut guna memudahkan penanganan penertibannya," ungkap Ade Yasin.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved