Breaking News:

Pengusaha Bakso Tertipu Investasi Bodong Tapi Kasusnya Berhenti di Tengah Jalan, Ini Kata Polisi

Pengusaha Bakso Ria Rusty Yulita tak terima, kasus investasi bodong yang dia laporkan ke Polresta Bogor Kota berhenti di tengah jalan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengusaha Bakso Ria Rusty Yulita tak terima, kasus investasi bodong yang dia laporkan ke Polresta Bogor Kota berhenti di tengah jalan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pengusaha Bakso Ria Rusty Yulita tak terima, kasus investasi bodong yang dia laporkan ke Polresta Bogor Kota berhenti di tengah jalan.

Wanita yang menjadi korban dan mengalami kerugian ratusan juta Rupiah ini mempertanyakan penghentian penyidikan terhadap RA yang sudah ditetapkan tersangka.

Sebab kasus penipuan berkedok investasi itu berakhir dengan dikeluarkannya SP3 (Surat Penghentian Penyidikan dan Penuntutan).

"Kasus ini sangat aneh, saya mengajukan pidana tetapi diarahkan oleh kejaksaan menjadi perdata. Sehingga setelah 20 bulan dan berproses hingga ditetapkan tersangka, kasusnya malah dihentikan. Saya sangat kecewa, karena dari semua bukti ada 5 bukti yang sangat krusial menurut saya, dan itu jelas sekali," kata Ria Rusty Yulita kepada wartawan, Minggu (2/8/2020).

Ria menceritakan bahwa kasus ini berawal ketika dia diajak kerja sama dalam hal investasi modal usaha untuk mencetak barang pembuatan Inboxs, Outher Boks dan Jahit Sepatu di PT Sepatu Mas Idaman (Semasi) oleh tersangka RA.

Namun apa yang dijanjikan tersangka RA tidak jelas bahkan setelah Ria datang mengkonfirmasi ke perusahaan tersebut, RA didapati sudah dipecat oleh perusahaannya karena dinilai telah berulah.

"Jadi proyek yang dikatakan dan dijanjikan oleh pelaku itu tidak ada. Ini benar benar penipuan, usahanya tidak ada dan proyeknya juga tidak ada. Hal itu pun sudah dinyatakan oleh pihak perusahaan tempat tersangka bekerja," katanya.

Ria mengaku bahwa selain dirinya sendiri, ada pula orang lainnya yang turut jadi korban dari investasi bodong ini yang dilakukan RA ini.

Akhirnya, kasus tersebut dia laporkan ke Polresta Bogor Kota pada 3 Juli 2019, kemudian pada 21 September 2019 Polresta Bogor Kota menetapkan RA sebagai tersangka dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved