Breaking News:

2 Tahun Tipu Para Pencari Kerja, Pria Ini Minta Uang Rp 4,4 juta ke Korbannya

Berdasarkan keterangan HK dan bukti-bukti yang dikumpulkan, ada 21 orang yang sudah menjadi korbannya.

KOMPAS.com/RASYID RIDHO
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Maryadi saat menunjukan barang bukti kasus penipuan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polisi menangkap HK (39) pelaku penipuan terhadap puluhan para pencari kerja di Kota Cilegon, Banten.

Pemuda asal Tegal Cape, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, itu mengaku dapat membantu orang lain untuk bekerja di perusahaan ternama seperti PT Krakatau Posco dan PT Candra Asri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon AKP Maryadi mengatakan, pelaku HK menipu para korbannya untuk mencari keuntungan dengan menawarkan pekerjaan sebagai karyawan di perusahaan yang ada di Kota Cilegon.

"Menjanjikan pekerjaan kepada korban dengan mengharuskan korbannya membayar uang sebesar Rp 3,5 sampai Rp 4,4 juta," kata AKP Maryadi kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Setelah memberikan uang yang diminta pelaku, para korban hanya mendapatkan kartu identitas perusahaan, surat pengangkatan kerja palsu dan seragam.

Namun, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada.

"Atribut-atribut seperti masker, helm pelindung, seragam ini untuk meyakinkan para korbannya siap bekerja," ujar AKP Maryadi.

Merasa ditipu HK, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Cilegon.

Pelaku berhasil ditangkap dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan keterangan HK dan bukti-bukti yang dikumpulkan, ada 21 orang yang sudah menjadi korbannya.

"Tersangka ini sudah 2 tahun beraksi dengan menipu puluhan korbannya. Masih kita terus kembangkan," kata AKP Maryadi.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan id card, stempel KS Posco, surat pengangkatan kerja, struk bukti transfer, helm dan seragam kerja.

Akibat perbuatannya, HK dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria di Cilegon Ini 2 Tahun Menipu Para Pencari Kerja"

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved