Breaking News:

Ombudsman Sebut Ada Potensi Maladministrasi di Puncak Bogor Soal Imigran Arab, Ini Tanggapan Bupati

Ombudsman sendiri pun mengkiritisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang terkesan melakukan pembiaran sehingga akhirnya muncul istilah 'Kampung Ara

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) dalam acara pembukaan Festival Merah Putih di Lapang Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ombudsman RI mengklaim telah menemukan potensi maladministrasi soal wisatawan dan imigran asal Timur Tengah di Puncak Bogor.

Ombudsman sendiri pun mengkiritisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang terkesan melakukan pembiaran sehingga akhirnya muncul istilah 'Kampung Arab' di Puncak Bogor.

Menanggapi hal ini, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa untuk masalah di Puncak dia membentuk tim terpadu.

Namun sementara ini tim tersebut belum bisa bergerak maksimal karena pandemi corona atau Covid-19.

"Karena masa Covid-19, kita juga jadi susah ya bergerak karena pasti ada kerumunan orang. Jadi mudah-mudahan kita juga akan benahi," kata Ade Yasin saat ditemui TribunnewsBogor.com di Lapangan Tegar Beriman, Senin (3/8/2020).

Tim terpadu ini, kata Ade, juga melibatkan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam pelaksanaannya.

Selain itu, juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Bogor.

"Dengan Imigrasi kita pasti berkoordinasi dan saya pengen dipindahin penampungan (imigran) itu jangan di situ, jangan di tempat wisata, pengawasannya agak sulit," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved