Breaking News:

Info Kesehatan

Ini 5 Mitos soal Makanan yang Sering Diklaim Mengganggu Kesehatan Anak

Anak-anak yang sedang tumbuh memang tidak boleh memiliki batasan makanan, tetapi porsinya harus dikontrol.

thinkstock
ilustrasi permen 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banyak kesalahpahaman dan mitos yang beredar terkait nutrisi dan pola makan anak. Mulai dari konsumsi gula penyebab anak hiperaktif hingga konsumsi lemak yang harus dihindari.

Ahli gizi Health Promotion Board, Singapura, Li Xinyi meluruskan lima mitos yang sering beredar, agar orangtua dapat menerapkan pola makan yang sehat untuk anak.

1. Asupan makanan anak tidak boleh dibatasi. Nafsu makan yang besar adalah tanda anak yang sehat

Anak-anak yang sedang tumbuh memang tidak boleh memiliki batasan makanan, tetapi porsinya harus dikontrol.

Demi menjaga kesehatan anak, orangtua dapat mengajak anak mengonsumsi makanan yang lebih sehat, seperti gandum utuh. 

Roti gandum yang halus dan lembut kini bisa ditemui dengan mudah di supermarket atau di toko roti. Ini bisa menjadi pilihan sebagai langkah awal mengenalkan gandum, sebelum membiasakan anak pada makanan gandum utuh lainnya, seperti nasi merah.

2. Gula membuat anak hiperaktif

Gula kemungkinan bukan penyebab hiperaktif anak. Penelitian telah menemukan, bahwa konsumsi gula tidak mempengaruhi perilaku atau kognisi anak.

Namun, konsumsi gula dapat menyebabkan gejala hiperaktif pada anak-anak, karena gula cepat diserap ke dalam darah.

Hal ini menyebabkan gula darah naik dengan cepat, sehingga menyebabkan efek aliran adrenalin yang terlihat seperti hiperaktif.

Halaman
1234
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved