Breaking News:

Vila Nurhadi Didatangi KPK

Suasana Penyitaan Vila Mewah Nurhadi oleh KPK di Puncak Bogor, Tersangka Korupsi Ikut Menyaksikan

Penyitaan aset vila mewah milik tersangka korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) RI Nurhadi cukup memakan waktu.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Vila mewah milik tersangka korupsi sekaligus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi di kawasan Puncak Bogor resmi disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (7/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Penyitaan aset vila mewah milik tersangka korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) RI Nurhadi cukup memakan waktu.

Sebab, terpantau bahwa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terlebih dahulu sebelum aset vila mewah itu disita.

Pantauan TribunnewsBogor.com, rombongan tim penyidik KPK memasuki vila tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

Kemudian pada pukul 15.30 WIB, penyitaan lahan dan bangunan vila oleh KPK resmi dilakukan ditandai pemasangan plang penyitaan atas Surat Perintah Sita KPK nomor 217/DIK.01.05/20-23/08/2020 tanggal 7 Agustus 2020.

Pemasangan plang informasi penyitaan ini juga terpantau disaksikan oleh salah satu tersangka korupsi yang diduga Nurhadi karena pihak penyidik tidak memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.

Salah satu tersangka tersebut mengenakan rompi oranye tahanan KPK dan wajah tertutup masker.

Selain itu, tersangka berompi oranye ini tampak berupaya menjauhi sorotan awak media saat dia hendak menyaksikan penyegelan di depan gerbang vila.

Kemudian pada pukul 16.00 WIB, rombongan tim penyidik KPK sebanyak 6 mobil pribadi meninggalkan lokasi vila tersebut.

Diketahui, mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (1/6/2020) lalu.

Selain Nurhadi dan Rezky, KPK juga menetapkan satu tersangka lagi yakni Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

KPK menetapkan Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto, sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Dalam kasus itu, Nurhadi melalui Rezky diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp 46 miliar.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved