Breaking News:

Teror Virus Corona

Ditemukan Gejala Baru Penderita Covid-19, Sering Cegukan Bisa Jadi Pertanda ?

Lee, MD, profesor Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Sekolah Umum Kota City, New York (CUNY) School of Public Kesehatan.

Shutterstock
Ilustrasi pasien virus corona, virus corona 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia bekerja siang dan malam untuk mengembangkan obat untuk Covid-19, upaya yang dipercepat juga sedang dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang gejala rumit penyakit tersebut untuk diagnosis yang tepat waktu.

Asal tahu saja, jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 telah menyentuh angka 19 juta dan lebih dari 7,11.200 orang meninggal dunia karena penyakit yang sangat menular itu.

Perlu dicatat bahwa meskipun sebelumnya demam, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sesak napas dianggap sebagai ciri khas Covid-19 penyakit ini kadang muncul dengan gejala yang beragam hingga dijuluki penyakit 1000 wajah.

Meskipun beberapa ciri klinis dari virus corona baru mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, virus ini juga menyebabkan gejala yang tidak biasa termasuk hilangnya rasa dan bau (tanpa hidung tersumbat), masalah mata, ruam kulit, masalah pencernaan ringan, dan bahkan pusing pada beberapa pasien.

Dilansir dari Times of India, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Emergency Medicine menunjukkan gejala baru Covid-19, yang dapat dianggap sebagai tanda pertama penyakit ini, yakni cegukan terus-menerus.

Dalam penelitian tersebut, dokter dari Cook County Health, AS menguraikan laporan kasus seorang pria berusia 62 tahun, yang pergi ke unit gawat darurat rumah sakit setelah menderita cegukan terus-menerus selama empat hari.

Cegukan terus-menerus juga dikenal sebagai cegukan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru dan telah kehilangan berat badan sekitar 11 kilogram dalam empat bulan terakhir, bahkan tanpa mencoba diet.

Pasien dirawat di rumah sakit dengan riwayat cegukan persisten selama empat hari dan tidak memiliki gejala virus corona baru.

Pemeriksaan fisiknya juga tidak mengungkapkan sebanyak pada hari masuk, suhunya hampir mencapai 38 derajat Celcius tetapi tidak ada hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri dada atau bahkan sesak napas.

Setelah dokter melakukan rontgen untuk memahami penyebab cegukan terus-menerus, mereka menemukan kekeruhan seperti kaca tanah yang tidak normal di kedua paru-parunya.

Sempat Aktif di Medsos sehari Sebelum Meninggal karena Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Tiba-tiba Drop

2 Kali Swab Ulang, 10 Karyawan Non Medis RS Azra Bogor Negatif Corona : Bukan Kluster Covid-19

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved