Breaking News:

Ini Kendala Pembelajaran Daring Menurut Wakil Kurikulum MA Mathlaul Anwar

Ihsanudin mengatakan bahwa pemberlakuan pembelajaran daring tersebut harus benar-benar diperhatikan terutama dalam teknis pelaksanaannya.

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Suasana MA Mathlaul Anwar, Sukasari, Rumpin, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Wakil Kurikulum Madrasah Aliyah (MA) Mathlaul Anwar, Rumpin, Kabupaten Bogor, Ihsanudin berharap Pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana terkait sistem pembelajaran daring.

Ihsanudin mengatakan bahwa pemberlakuan pembelajaran daring tersebut harus benar-benar diperhatikan terutama dalam teknis pelaksanaannya.

"Kalau harapannya, ssmoga Pemerintah dapat menyediakan fasilitas wifi gratis di sekolah-sekolah, terutama untuk sekolah yang lokasinya ada dipelosok," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, Ihsanudin mengatakan bahwa pembelajaran daring ini memiliki sedikit kendala selain alat komunikasi berupa ponsel dan wifi.

"Untuk pembelajaran daring tentu ada sedikit kendala. Misalnya, kami para guru tidak tahu apakah murid tersebut mengerjakan tugasnya dengan benar," jelasnya.

Kendati demikian, Ihsanudin menjelaskan bahwa di MA Mathlaul Anwar memiliki strategi khusus untuk memastikan bahwa murid yang bersangkutan benar-benar mengerjakan tugas apa tidak.

"Jadi kami ini memiliki program home visit. Murid-murid tersebut rumahnya kita datangi untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar belajar di rumah," ungkapnya.

Diketahui, sekolah Mathlaul Anwar tersebut menyediakan jenjang pendidikan mulai dari MI, MTS dan MA.

Khusus tahun ajaran baru 2020, MA Mathlaul Anwar memiliki 87 siswa dan siswi.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved