Breaking News:

Tinjau Kesiapan Sekolah Hadapi Normal Baru, KPAI Berimasukan untuk Sekolah di Kota Bogor

KPAI didampingi Komisioner KPAI Kota Bogor dan pihak sekolah meninjau kesiapan pshysical distancing di ruang belajar-mengajar, ruang guru, aula, musho

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Bidang Pendidikan melakukan peninjauan sekolah-sekolah SMP di Kota Bogor, Rabu (12/8/2020) didampingi oleh KPAID Kota Bogor, satu diantaranya adalah meninjau kesiapan SMP7. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Bidang Pendidikan meninjau SMP Negeri 7 Bogor, di Jalan Paledang, Kota Bogor pada Rabu (12/8/2020).

KPAI didampingi Komisioner KPAI Kota Bogor dan pihak sekolah meninjau kesiapan pshysical distancing di ruang belajar-mengajar, ruang guru, aula, mushola dan ruang BK.

Tak hanya itu KPAI juga memantau proses pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan bahwa selama vaksin belum ditemukan ada hak anak yang harus dipenuhi diantaranya adalah hak hidup kedua adalah hak sehat ketiga hak pendidikan.

Dari peninjauan tersebut ada beberapa masukan dari KPAI kepada sekolah jika nantinya Kota Bogor bersiap menghadapi normal baru ketika berada di zona hijau.

"Oleh karena itu kami datang datang ke sekolah adalah untuk memastikan sekolah melakukan persiapan kalau dibukanya nanti tapi persiapan harus siap karena kebutuhan persiapan ini sangat luar biasa," ujarnya

Namun mengingat Kota Bogor masih berada di zona orange sekolah atatp muka di Kota Bogor harus sangat dipertimbangkan.

"Tidak bisa gegabah tadi saya ketemu dengan wakil wali kota yang juga ketua gugus tugas beliau kami apresiasi karena tidak mau terburu-buru buka sekolah beliau menyadari ini ada bahaya kalau kita biarkan karena Bogor sendiri kan belum memenuhi pengetasan," katanya.

Menegenai pembelajaran jarak jauh, KPAI meminta agar setiap sekolah membatasi pemberlajaran hanya dua jam sehari.

"Persiapan mengajar kalau pjj diperpanjang lalu apa yang dipersiapkan tadi kami dipersentasikan namanya program sipintar disitu memang menunjukan bahwa siap, dan tadi juga saya pastikan anak anak menatap layar tidak lebih dari dua jam," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved